Sarasehan HPN 2025: 80 Persen Sumber Berita Konvensional Kini Berasal dari Media Sosial

Minggu, 9 Februari 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru-Mediadelegasi: Sekretaris Dewan Pakar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Nurjaman,  mengungkapkan 80 persen sumber berita yang disajikan oleh sejumlah media konvensional kini berasal dari media sosial.

Kemudian, semakin banyak instansi yang membuat konten berita sendiri melalui portal dan media sosial mereka.

Pernyataan tersebut diungkapkan Nurjaman saat menjadi salah satu pembicara dalam Sarasehan Nasional Media Massa yang diselenggarakan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2025,  di Pekanbaru,  Provinsi Riau,  Sabtu (8/2).

Dalam sarasehan nasional bertema “Preservasi Jurnalisme sebagai Pilar Demokrasi Digital”  tersebut, ia memperkirakan ke depan perusahaan atau instansi sumber berita akan membuat konten masing-masing serta menyimpannya di portal dan sosial media masing-masing.

Sebab,  lanjutnya, dengan program kecerdasan buatan atau “Artificial Inteligence”,  membuat narasi atau video berita bukan hal yang sulit lagi.

“Peran media mainstream ke depannya jangan-jangan hanya berfokus pada verifikasi konten dan pertanggungjawaban terhadap Dewan Pers,” ucap Nurjaman.

BACA JUGA:  Daya Beli Masyarakat Menurun, Rojali dan Rohana Jadi Fenomena di Pusat Perbelanjaan

Sementara,  Ketua Dewan Pengawas TVRI, Agus Sudibyo, menyatakan kebutuhan masyarakat terhadap informasi berkualitas dan bertanggung jawab semakin besar.

Meskipun media sosial terus berkembang dan semakin mendominasi, Agus menegaskan bahwa itu tidak dapat sepenuhnya menggantikan fungsi media tradisional dalam menyediakan informasi yang akurat dan terverifikasi.

“Tentu, kita tidak perlu terlalu khawatir karena di tengah disrupsi ini, tetap ada kebutuhan yang kuat akan informasi berkualitas dan jurnalisme yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Media sosial, menurut dia, tdak bisa sepenuhnya menggantikan kebutuhan masyarakat akan informasi yang mendalam dan berbasis fakta.

Secara global, Agus menilai, tidak tertutup kemungkinan ada kekhawatiran yang sama, yakni media sosial justru semakin memperburuk perpecahan di antara masyarakat, baik dalam hal agama maupun politik.

BACA JUGA:  P-APBD Kota Medan 2022 Utamakan Program Pembangunan Sosial

Agus menyinggung pentingnya model distribusi konten yang adaptif.

Ditambahkannya, saat ini sangat tidak masuk akal jika ada media yang tidak menggunakan media sosial sebagai saluran distribusi konten.

Pembicara lain, yakni Ketua PWI Jawa Barat sekaligus Presiden Direktur Ayo Media Group Hilman Hidayat menyampaikan kekhawatirannya terkait masa depan jurnalisme di era digital.

Terlebih lagi, kata dia,  saat ini banyak media daring yang menghadapi serangan siber dari berbagai pihak yang tidak terpikirkan sebelumnya.

“Tugas kita merawat marwah dari jurnalisme apakah jurnalisme di era digital masih cerah atau makin suram? Tapi, jika melihat data yang saya kumpulkan kok makin suram,”  ujar Hilman

Sarasehan tersebut turut dihadiri kalangan tokoh pers nasional, antara lain  Tribuana Said, Ilham Bintang, Atal S. Depari, Asro Kamal Rokan, Dar Edi Yoga, Musrifah dan lainnya. D/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Sah Desember
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III
KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Sah Desember

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III

Berita Terbaru

Penampakan sejumlah WNA asal Malaysia dan Singapura saat terjaring operasi keimigrasian di sebuah lokasi di Dalung, Bali, karena menyalahgunakan izin tinggal untuk mengoperasikan pinjol ilegal. Foto: Ist.

Nasional

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:07 WIB