Pasar Keuangan Indonesia Bergejolak, Rupiah Tembus Rp17.000

Pasar Keuangan
Nilai tukar rupiah menembus Rp17.019 per dolar AS, terkoreksi 0,56 persen pada pembukaan perdagangan, Senin (9/3/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan besar pada perdagangan Senin (9/3/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah hingga menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Pasar Keuangan Tertekan Sentimen Global

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global serta berbagai sentimen ekonomi dari dalam negeri. Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati dan memicu tekanan pada pasar keuangan domestik.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai gejolak pasar saat ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Salah satu pemicu utama berasal dari meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Bacaan Lainnya

Menurut Ibrahim, situasi geopolitik memanas setelah terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran menggantikan Ali Khamenei. Pergantian kepemimpinan tersebut diperkirakan akan memperpanjang konflik di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pernyataan keras Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kemungkinan perubahan rezim di Iran turut meningkatkan ketegangan. Hal ini membuat pasar global merespons dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Ketegangan tersebut berdampak langsung pada jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz. Penutupan jalur strategis ini membuat banyak analis memperkirakan harga minyak dunia berpotensi melonjak lebih tinggi.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pengusutan-suap-cpo-kejagung-geledah-kantor-ombudsman/

Ibrahim menyebut harga minyak mentah dunia bahkan berpeluang menembus level 200 dolar AS per barel jika konflik di Timur Tengah tidak segera mereda dalam waktu dekat.

Pos terkait