Kebon Pala Terendam Banjir 1,75 Meter: Warga Mulai Mengungsi Akibat Luapan Sungai Ciliwung

Senin, 20 April 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, banjir lagi. Foto: Ist.

Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, banjir lagi. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Warga pemukiman Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, kembali harus berhadapan dengan bencana tahunan yang kian mengkhawatirkan. Pada Senin (20/4/2026) dini hari, air luapan Sungai Ciliwung mulai merayap masuk ke rumah-rumah warga dengan kecepatan yang mengejutkan. Menjelang pagi, pemukiman yang berada di dataran rendah ini telah berubah menjadi hamparan air keruh dengan kedalaman yang sangat membahayakan.

Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, melaporkan bahwa hingga pukul 09.43 WIB, ketinggian air di titik terdalam telah mencapai sekitar 175 sentimeter atau hampir dua meter. Angka ini menandakan situasi yang sangat serius bagi warga setempat. Air yang semula hanya setinggi mata kaki pada dini hari, terus merangkak naik hingga menenggelamkan lantai dasar rumah warga dalam hitungan jam.

Peningkatan debit air ini terdeteksi mulai terjadi secara signifikan sejak pukul 03.00 WIB. Kondisi geografis Kebon Pala yang menyerupai cekungan membuatnya menjadi salah satu titik pertama yang terdampak saat Sungai Ciliwung meluap. Tingginya permukaan air saat ini telah menempatkan wilayah tersebut dalam status Siaga 2, sebuah sinyal peringatan bagi warga untuk segera melakukan langkah-langkah darurat.

Menurut Sanusi, bencana banjir kali ini dipicu oleh dua faktor utama yang terjadi secara bersamaan. Selain karena intensitas hujan lokal yang sangat tinggi mengguyur wilayah Jakarta, terdapat pula tekanan besar berupa kiriman air dari wilayah hulu. Debit air yang besar dari Bendung Katulampa, Bogor, dan wilayah Depok mengalir deras menuju Jakarta, memperparah luapan sungai di sepanjang jalurnya.

BACA JUGA:  Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang di Taput

“Air mulai naik sekitar jam tiga pagi dan langsung masuk kategori Siaga 2. Kami melihat kenaikan ini cukup drastis karena selain hujan di Jakarta, kiriman air dari Katulampa dan Depok memang sangat masif kali ini,” jelas Sanusi di tengah kesibukannya memantau warga di Kebon Pala pada Senin siang.

Dampak dari tingginya air membuat aktivitas warga lumpuh total. Akses jalan di dalam gang-gang sempit Kebon Pala kini hanya bisa dilalui menggunakan perahu karet atau dengan berjalan kaki menerjang arus air yang cukup kuat. Kendaraan bermotor milik warga terpaksa dievakuasi ke dataran yang lebih tinggi sejak dini hari tadi guna menghindari kerusakan mesin.

Meskipun banjir merupakan kejadian berulang, keselamatan nyawa tetap menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya lima kepala keluarga (KK) telah memutuskan untuk meninggalkan kediaman mereka. Para pengungsi ini memilih untuk mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat atau saudara yang lokasinya lebih tinggi dan aman dari jangkauan banjir.

Sanusi menyebutkan bahwa proses evakuasi masih terus berlangsung secara dinamis. “Beberapa warga sudah mulai mengungsi, terutama mereka yang memiliki anak kecil atau lansia. Sejauh ini ada sekitar lima KK yang sudah bergeser ke rumah saudaranya, sementara yang lain masih memantau perkembangan situasi dari lantai dua rumah mereka,” tambahnya.

Di lokasi kejadian, aparat kepolisian dan petugas BPBD DKI Jakarta terlihat mulai bersiaga dan membantu proses evakuasi. Petugas menyisir rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada penghuni yang terjebak di dalam bangunan, sekaligus membantu menyelamatkan barang-barang berharga milik warga yang masih berada di lantai dasar.

BACA JUGA:  Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk

Aparat setempat terus memberikan imbauan keras kepada warga yang masih memilih bertahan di rumah masing-masing agar tidak lengah. Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat potensi hujan susulan masih sangat besar, terutama menjelang sore hingga malam hari. Jika debit air terus meningkat melampaui batas aman, warga diminta untuk segera melakukan evakuasi kolektif ke posko-posko yang telah disiapkan.

Kerapnya banjir melanda wilayah ini dalam beberapa hari terakhir disinyalir akibat pola hujan yang terus-menerus terjadi. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun hampir setiap hari membuat tanah jenuh akan air dan genangan sulit surut secara optimal. Belum sempat air surut ke dasar sungai, hujan baru sudah kembali mengguyur dan air kiriman baru sudah kembali datang.

Banjir di Kebon Pala ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya normalisasi sungai dan manajemen tata ruang yang lebih baik di Ibu Kota. Selama masalah kiriman air dari hulu dan pendangkalan sungai belum teratasi secara menyeluruh, warga di bantaran Ciliwung akan terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan setiap kali awan hitam mulai menyelimuti langit Jakarta maupun Bogor. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Korupsi Kuota Haji Didaftarkan ke Pengadilan, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Pertama
Irine Yusiana Minta Audit Keselamatan Seluruh Kapal Penumpang Pasca-Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
Nusron Wahid Bongkar Kapling Laut Ilegal Marak di Batam, Delapan Tahap Prosedur Dilompati
Ketua KY Minta Maaf ke MA, Luruskan Angka Pelanggaran Hakim Bukan Dampak Kenaikan Gaji
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Jilid IV, Gugat Pencekalan Terkait Kasus Ijazah Jokowi
Sidang Praperadilan Ketiga Roy Suryo: Polda Metro Jaya Hadirkan Ahli & Serahkan Bukti, Gugatan Rp206 Juta Menanti Putusan
Dony Oskaria: Keterlambatan Laporan Keuangan Danantara Akibat Proses Konsolidasi Ribuan BUMN
Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pramono Anung Minta Dibongkar, Polda: Belum Ada Pemberitahuan Aksi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji Didaftarkan ke Pengadilan, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Pertama

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Irine Yusiana Minta Audit Keselamatan Seluruh Kapal Penumpang Pasca-Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Nusron Wahid Bongkar Kapling Laut Ilegal Marak di Batam, Delapan Tahap Prosedur Dilompati

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Ketua KY Minta Maaf ke MA, Luruskan Angka Pelanggaran Hakim Bukan Dampak Kenaikan Gaji

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Jilid IV, Gugat Pencekalan Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Berita Terbaru