El Nino Tingkatkan Intensitas Matahari, Waspada Kerusakan Mata Dini Akibat Paparan Sinar UV

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026. Dokter spesialis mata mengingatkan, paparan sinar ultraviolet berlebih saat terik matahari dapat mempercepat kerusakan lensa mata dan memicu katarak, sehingga masyarakat disarankan menggunakan kacamata berfilter UV dan topi saat beraktivitas di luar ruangan. Foto: AI

Ilustrasi cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026. Dokter spesialis mata mengingatkan, paparan sinar ultraviolet berlebih saat terik matahari dapat mempercepat kerusakan lensa mata dan memicu katarak, sehingga masyarakat disarankan menggunakan kacamata berfilter UV dan topi saat beraktivitas di luar ruangan. Foto: AI

Jakarta-Mediadelegasi: Fenomena cuaca ekstrem El Nino diprediksi masih akan bertahan dan memicu suhu udara yang sangat panas hingga bulan Oktober 2026 mendatang. Situasi ini membuat para ahli kesehatan mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya risiko gangguan serius pada organ penglihatan. Ternyata, kondisi cuaca panas yang ekstrem ini memiliki kaitan erat dengan kesehatan mata jika tidak diantisipasi sejak dini.

Dokter Spesialis Mata dari JEC, dr. Nina Asrini Noor, Sp.M, mengingatkan bahwa dampak paling nyata dan berbahaya dari teriknya matahari saat ini adalah paparan sinar ultraviolet atau sinar UV. Menurut penjelasannya, jika mata terus-menerus terpapar sinar ini dalam jangka waktu panjang dan tanpa perlindungan, struktur lensa mata akan mengalami perubahan jauh lebih cepat dari seharusnya. Kondisi ini merupakan pemicu utama yang berujung pada penyakit katarak.

“Paparan matahari itu akan membuat lensa mata kita mengalami perubahan yang lebih cepat,” ujar dr. Nina saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini. Ia menegaskan bahwa kerusakan ini terjadi secara perlahan namun pasti, sehingga sering kali tidak disadari hingga gejalanya sudah terasa mengganggu penglihatan.

Salah satu kesalahan pemahaman yang masih banyak dipegang masyarakat adalah anggapan bahwa paparan sinar matahari hanya berbahaya jika kita berdiri diam di bawah terik matahari yang menyengat dalam waktu lama. Padahal, fakta medis menunjukkan hal yang berbeda. Sinar UV tetap bekerja dan masuk ke mata meskipun aktivitas yang dilakukan tergolong singkat.

BACA JUGA:  Sudah Tujuh Hari, Jemaah Haji Asal Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan Belum Ditemukan di Makkah

“Kadang kita lagi jalan, lunch break, atau berkendara, itu tetap terpapar lingkungan dan sinar UV,” jelas dr. Nina. Ia menambahkan, setiap kali seseorang berada di ruang terbuka, baik itu sekadar berjalan kaki sebentar, naik kendaraan, atau beristirahat di luar ruangan, mata sebenarnya sedang menerima paparan radiasi yang berpotensi merusak.

Mengingat kondisi El Nino membuat intensitas cahaya matahari dan suhu udara meningkat drastis, dr. Nina menekankan pentingnya langkah perlindungan yang lebih ketat. Ada cara sederhana namun sangat efektif untuk melindungi mata agar tidak rusak lebih awal, yaitu dengan menggunakan kacamata hitam yang memiliki saringan atau pelindung sinar UV (UV filter).

Selain kacamata, dokter juga menyarankan agar masyarakat membiasakan diri mengenakan topi lebar saat harus beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan topi ini sangat membantu menghalangi sinar matahari agar tidak langsung menyorot ke arah wajah dan mata, sehingga mengurangi beban kerja dan tekanan yang diterima organ penglihatan kita.

“Disarankan pakai kacamata dengan UV filter atau sunglasses, dan juga topi ketika di luar ruangan,” saran dr. Nina. Kebiasaan kecil ini, jika dilakukan secara konsisten, dinilai sangat berguna untuk menekan angka risiko terjadinya katarak di usia muda atau lebih awal dari perkiraan.

BACA JUGA:  Golkar Tanggapi Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” yang Viral di Media Sosial

Ia menjelaskan bahwa katarak sejatinya adalah proses penuaan alami pada mata yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, karena paparan sinar UV yang tinggi akibat cuaca ekstrem saat ini, proses penuaan dan penggumpalan protein pada lensa mata tersebut bisa terjadi jauh lebih cepat. Upaya perlindungan tadi bertujuan menunda proses tersebut semaksimal mungkin.

“Upaya ini diyakini bisa mengurangi risiko percepatan terjadinya katarak,” tegasnya. Dokter mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan penyakit ini, karena dampaknya bersifat permanen dan progresif.

Poin penting lain yang disampaikan dr. Nina adalah sifat dari penyakit katarak itu sendiri. Jika lensa mata sudah mulai keruh dan katarak sudah terbentuk, kondisi tersebut tidak akan bisa kembali jernih seperti semula secara alami atau dengan obat tetes saja. Kerusakan yang terjadi bersifat menetap dan tidak bisa pulih sendiri.

“Kalau sudah katarak, tidak bisa mundur lagi. Kalau mau hilang ya harus operasi,” tuturnya dengan tegas. Oleh karena itu, mencegah jauh lebih baik dan lebih mudah daripada mengobati. Di tengah ancaman cuaca panas ekstrem El Nino hingga Oktober mendatang, dr. Nina berharap masyarakat lebih disiplin menjaga kesehatan mata agar kualitas penglihatan tetap terjaga hingga usia senja. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MK Kabulkan Penarikan Perkara Uji UU Polri, Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden
Dugaan Korupsi KIP Kuliah di LLDIKTI Wilayah I Kian Menguat, Desakan Audit dan Penegakan Hukum Menggema Hingga Pusat
Kasus Hanania Group: 620 Korban Baru Lapor ke Polda Metro Jaya, Total Kerugian Capai Rp35 Miliar
Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggaran Rp 10,3 Triliun Tahun 2027, Sebagian Besar untuk Pembangunan dan Rehabilitasi Fasilitas Peradilan
Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet, Terima Laporan Hasil Kunjungan Kerja Luar Negeri dan Perkembangan Investasi
BGN Bantah Hoaks Atas Nama Kepala Lembaga: Tak Ada Pembagian Keuntungan MBG ke Presiden
Perkuat Kemitraan Strategis, Prabowo Terima Kunjungan Menhan Jepang di Kertanegara
KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Gedung Pemkab Lamongan, Periksa Pejabat PT Brantas Abipraya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:31 WIB

MK Kabulkan Penarikan Perkara Uji UU Polri, Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:10 WIB

Dugaan Korupsi KIP Kuliah di LLDIKTI Wilayah I Kian Menguat, Desakan Audit dan Penegakan Hukum Menggema Hingga Pusat

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:40 WIB

Kasus Hanania Group: 620 Korban Baru Lapor ke Polda Metro Jaya, Total Kerugian Capai Rp35 Miliar

Senin, 15 Juni 2026 - 12:06 WIB

Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggaran Rp 10,3 Triliun Tahun 2027, Sebagian Besar untuk Pembangunan dan Rehabilitasi Fasilitas Peradilan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:46 WIB

Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet, Terima Laporan Hasil Kunjungan Kerja Luar Negeri dan Perkembangan Investasi

Berita Terbaru