KPK Geledah Dinas Pendidikan Langkat Pascapenangkapan Bupati Syah Afandin

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: KPK saat menggeledah Dinas Pendidikan Langkat, Rabu(08/07/2026).

Foto: KPK saat menggeledah Dinas Pendidikan Langkat, Rabu(08/07/2026).

Medan-Mediadelegasi: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu, 8 Juli 2026. Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan setelah Bupati Syah Afandin ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap dan gratifikasi.

Tim penyidik KPK mulai meninggalkan gedung Dinas Pendidikan sekitar pukul 12.31 WIB. Dari lokasi, petugas terlihat membawa tiga koper dan satu kardus yang diduga berisi dokumen maupun barang bukti untuk kepentingan penyidikan. Seluruh barang tersebut kemudian dimasukkan ke kendaraan KPK dengan pengawalan aparat Brimob.

Kasus ini bermula dari OTT yang dilakukan KPK pada awal Juli 2026. Dalam perkara tersebut, Syah Afandin diduga menerima suap dari pihak swasta yang memperoleh proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, terutama pada Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan serta Kawasan Permukiman.

BACA JUGA:  Tragedi Berdarah di Bandara Karel Sadsuitubun: Nus Kei Tewas Ditikam Akibat Dendam Masa Lalu

Penyidik menduga proyek di Dinas Pendidikan bernilai sekitar Rp9,5 miliar dan proyek di Dinas Perkim senilai sekitar Rp748 juta diberikan kepada pihak swasta yang memiliki kedekatan dengan bupati. Sebagai imbalannya, diduga diminta komitmen fee dengan persentase tertentu dari nilai proyek tersebut.

KPK mengungkapkan, hingga April 2026 tersangka diduga telah menerima sekitar Rp800 juta dari pihak pemberi suap. Pada Juni 2026, kembali diminta tambahan dana Rp300 juta, namun yang terealisasi disebut sekitar Rp100 juta.

Selain dugaan suap proyek, penyidik juga mendalami dugaan penerimaan gratifikasi dengan nilai mencapai Rp3,5 miliar. Gratifikasi tersebut diduga berasal dari praktik pengisian jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan, mutasi pejabat, pengangkatan kepala sekolah SD dan SMP, hingga pengadaan seragam sekolah.

BACA JUGA:  Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Kembali, Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter Mengarah Barat

Hingga kini, KPK masih melakukan penelusuran terhadap sejumlah dokumen dan barang bukti yang diamankan dalam penggeledahan tersebut. Lembaga antirasuah belum merinci isi tiga koper dan satu kardus yang dibawa dari kantor Dinas Pendidikan Langkat, namun seluruh barang akan dianalisis untuk memperkuat pembuktian perkara yang sedang berjalan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Ivan

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Sah Desember
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III
KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Berita Terbaru