Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Minta Selalu Siap Hadapi Ancaman Alam

Senin, 7 September 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Terbatas penanganan bencana secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Terbatas penanganan bencana secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung memimpin Rapat Terbatas yang membahas penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Air. Rapat tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (7/9/2026) siang dengan menghadirkan para menteri terkait serta para kepala daerah yang bergabung secara daring.

Dalam rapat tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kabaloghan Kementerian Pertahanan Marsdya Yusuf Jauhari. Sementara para kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana turut hadir memberikan laporan melalui sambungan video konferensi.

“Saya mengundang kita rapat melalui v-con ya. Saya hanya ingin memonitor bagaimana perkembangan sekaligus mendengar situasi yang terkini,” ujar Prabowo membuka jalannya rapat terbatas tersebut. Presiden ingin memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Presiden Prabowo secara khusus menyinggung beragam bencana yang melanda Indonesia belakangan ini secara berurutan. Mulai dari gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan dan lahan yang meluas di berbagai provinsi, hingga yang terbaru adalah erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik hingga ke wilayah Jabodetabek.

BACA JUGA:  Soal Video Ceramah JK, 40 Ormas Islam Laporkan Ade Armando, Abu Janda, hingga Grace Natalie

Prabowo menyadari bahwa Indonesia berada di kawasan yang rawan mengalami bencana alam. “Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Jadi ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” tegasnya menyadari kerentanan geografis negara.

Meski menghadapi beragam bencana secara beruntun, Presiden Prabowo menyampaikan rasa optimisme yang tinggi. Ia menilai kemampuan pemerintah dalam menangani bencana saat ini telah jauh lebih baik dan lebih cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Penilaian tersebut disampaikan Prabowo merujuk pada pengalaman penanganan bencana yang melanda wilayah Sumatera pada tahun 2025 lalu. Saat itu, pemerintah mampu memulihkan keadaan di wilayah Aceh dan Sumatera Barat dengan kekuatan sendiri dan berjalan cukup berhasil.

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang bekerja keras. Kita pulihkan keadaan di Aceh, di Sumbar dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil,” ungkap Prabowo memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

BACA JUGA:  Prabowo Subianto Disambut Hangat Perdana Menteri Thailand di Government House Bangkok

Prabowo juga menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan yang dinilai telah bergerak cukup masif. Meskipun di beberapa titik masih terdapat keterlambatan, hal itu dicatat sebagai evaluasi agar ke depannya dapat disusun langkah-langkah yang lebih bersifat antisipatif dan tidak hanya bersifat responsif.

Presiden menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kemampuan beradaptasi terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Seluruh jajaran pemerintah diminta terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem peringatan dini di setiap wilayah.

Prabowo juga memastikan bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang terkena musibah. Penanganan yang cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil pemerintah pusat maupun daerah.

Rapat terbatas ini menjadi momen koordinasi penting guna menyatukan pemahaman dan langkah seluruh pemangku kepentingan. Presiden berharap dari rapat ini lahir keputusan-keputusan yang memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana secara menyeluruh. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo: Jangan Sampai Karhutla Masuk Zona Inti IKN, Minta Helikopter Chinook Diterjunkan
MK Tolak Uji Materi APBN 2026 Soal Keterlibatan Guru Awasi Program MBG
Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Penetapan Tersangka Dinilai Sah
Erupsi Anak Krakatau Sebar Abu Vulkanik, Empat Bandara Ditutup Hingga Sore Ini
Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Riau Catat Jumlah Tertinggi
Vonis Banding Dipangkas, Menteri Pigai Dorong Kasasi Hingga PK Demi Keadilan Andrie Yunus
Hasil Tes CAT PPIH 2027 Dilihat Secara Langsung, BKN: Skor Real-Time Tayang di YouTube
Karhutla Kawah Ijen Meluas hingga Bakari Gunung Suket, Pemadaman Dijalankan Secara Manual
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WIB

Prabowo: Jangan Sampai Karhutla Masuk Zona Inti IKN, Minta Helikopter Chinook Diterjunkan

Senin, 7 September 2026 - 14:32 WIB

Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Minta Selalu Siap Hadapi Ancaman Alam

Senin, 7 September 2026 - 13:09 WIB

MK Tolak Uji Materi APBN 2026 Soal Keterlibatan Guru Awasi Program MBG

Senin, 7 September 2026 - 12:03 WIB

Erupsi Anak Krakatau Sebar Abu Vulkanik, Empat Bandara Ditutup Hingga Sore Ini

Sabtu, 5 September 2026 - 17:54 WIB

Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Riau Catat Jumlah Tertinggi

Berita Terbaru