Bareskrim Polri Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Melainkan Akibat Cuaca Ekstrem

Senin, 25 Mei 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin. Foto: Ist.

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memastikan bahwa peristiwa pemadaman listrik secara massal atau blackout yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026 lalu, murni disebabkan oleh faktor alam dan teknis, bukan akibat tindakan kejahatan atau sabotase. Hasil investigasi gabungan yang dilakukan bersama Puslabfor dan PT PLN (Persero) telah mengungkap fakta penyebab utama gangguan besar ini.

Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, menyampaikan kesimpulan resmi tersebut dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Mei 2026. Berdasarkan penelusuran mendalam di lapangan dan pemeriksaan barang bukti, pihak kepolisian menegaskan tidak ditemukan unsur kesengajaan atau campur tangan manusia yang bertujuan merusak fasilitas kelistrikan.

“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan,” tegas Nunung di hadapan awak media.

Menurut penjelasannya, kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut menjadi pemicu awal terjadinya ketidakstabilan pada sistem kelistrikan. Angin kencang dan hujan lebat menyebabkan fluktuasi frekuensi serta tegangan listrik menjadi tidak normal, yang kemudian memicu mekanisme pengamanan otomatis berupa pemutusan aliran atau trip pada pembangkit-pembangkit listrik secara beruntun.

BACA JUGA:  Kemendikdasmen Jelaskan Alur Terbit Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran, Diajukan 6 Agustus 2019

Dampak dari reaksi berantai sistem tersebut sangat luas. Wilayah yang mengalami kegelapan total mencakup Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian wilayah Sumatera Selatan. Jutaan pelanggan di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, usaha, hingga fasilitas umum, terpaksa berhenti beraktivitas sementara waktu.

Tim penyidik telah menelusuri titik awal terjadinya gangguan dan menemukan fakta teknis penting. Di lokasi kejadian, ditemukan adanya kabel transmisi yang putus, namun kondisi fisik menara penyangga atau tiang transmisi masih berdiri kokoh dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang signifikan atau kerusakan akibat serangan fisik.

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” tambah Nunung, menegaskan hubungan erat antara kerusakan fisik kabel dengan kondisi alam saat itu.

Kesimpulan ini juga diperkuat oleh keterangan para saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi jalur transmisi. Warga setempat melaporkan bahwa sesaat sebelum listrik padam sepenuhnya, terdengar suara ledakan keras dan melihat kilatan cahaya di dekat menara transmisi, yang kemudian diikuti langsung oleh hilangnya pasokan daya listrik di lingkungan sekitar.

Secara teknis, tim investigasi juga menguraikan kemungkinan penyebab pasti mengapa kabel tersebut bisa terputus. Ada beberapa faktor yang bekerja bersamaan, mulai dari gesekan antar kabel, pengaruh angin kencang yang membuat kabel berayun hebat, hingga kenaikan suhu akibat sambungan kabel yang kurang rapat yang menciptakan rongga dan panas berlebih.

BACA JUGA:  Ini Syarat dan Cara Daftar Rekrutmen PLN Group 2025

Bukti fisik berupa potongan kabel yang diamankan menjadi kunci pembuktian terbesar. Nunung menjelaskan bahwa jika peristiwa ini adalah sabotase atau pemotongan sengaja, ujung kabel yang putus akan terlihat rapi dan terpotong bersih. Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi putusan yang tidak beraturan, berserabut, dan tidak rapi, ciri khas kerusakan akibat gaya fisik alam.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, sebelumnya juga telah mengonfirmasi hal senada. Ia menyebutkan bahwa indikasi awal memang mengarah pada gangguan akibat cuaca buruk. Pihaknya telah langsung mengerahkan seluruh kekuatan tim teknis begitu laporan masuk guna melakukan pengecekan dan penanganan darurat.

Berkat kerja cepat dan terkoordinasi, Darmawan melaporkan bahwa pemulihan berjalan relatif singkat. “Alhamdulillah dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan,” ujarnya, seraya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak dan berjanji akan memperkuat sistem kelistrikan Sumatera agar lebih andal ke depannya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli

Berita Terbaru

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agung Ardiyanto,SH.,MH. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Aswas Kejati Sumut Tegaskan Kedisiplinan Pegawai Saat Apel Pagi

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:08 WIB