Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: Ist.

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: Ist.

Flores-Mediadelegasi: Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, segera berangkat menuju Pulau Flores bersama pimpinan Forkopimda guna meninjau langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. Guncangan kuat tersebut mengguncang wilayah Flores pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, dini hari.

Melki menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan seluruh Bupati se-Pulau Flores bersama unsur TNI dan Polri. Instruksi utama yang disampaikan adalah melakukan pengecekan menyeluruh di lapangan, terutama pendataan jumlah korban jiwa, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka, serta kerusakan akibat dampak gempa.

Berdasarkan data sementara yang diterima, tercatat sebanyak lima orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Rinciannya, tiga orang berada di Kabupaten Manggarai dan dua orang lainnya di Kabupaten Sikka. Angka ini bersifat sementara dan diperkirakan masih dapat berkembang seiring pendataan yang berjalan.

“Saya sudah perintahkan semua Bupati, Pimpinan TNI-Polri di setiap kabupaten Pulau Flores untuk mengutamakan evakuasi para korban terdampak, membangun posko penanganan bencana, termasuk pendataan kondisi kerusakan bangunan, dan semuanya akan dihimpun serta diperbarui secara berkala,” tegas Melki.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak, Gubernur juga memerintahkan seluruh toko yang menjual bahan makanan dan minuman untuk tetap membuka akses bagi masyarakat. Hal ini agar warga tidak mengalami kelaparan selama masa penanganan darurat bencana berlangsung.

“Kami minta semua toko yang menjual makanan tetap memberi akses bagi masyarakat agar tetap mendapatkan suplai makanan. Terkait biayanya akan dihitung kemudian dan tagihannya akan dibayarkan oleh Pemprov NTT di kemudian hari setelah urusan penanganan bencana selesai,” tambah Melki menjamin penggantian biaya.

BACA JUGA:  Kemnaker Gandeng Wadhwani Foundation dan Indosat, Siapkan SDM Hadapi Era Digital

Tak hanya soal pangan, Melki juga meminta dukungan dari para pemilik alat berat atau kontraktor yang berada di lokasi bencana untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum setempat. Bantuan tersebut diperlukan guna membuka kembali akses jalan yang tertutup atau tertimbun material longsoran akibat gempa.

Kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, Gubernur Melki Laka Lena meminta agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi berbagai informasi yang beredar. Masyarakat diimbau senantiasa mengikuti perkembangan informasi terkini melalui saluran resmi instansi berwenang agar tidak termakan berita yang belum tentu kebenarannya.

Kepanikan sempat melanda warga dan pasien di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, sesaat setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Gedung rumah sakit terpaksa dikosongkan dan pelayanan medis pun dipindahkan ke halaman serta jalan di depan rumah sakit demi keselamatan.

Terlihat sejumlah pasien terpaksa ditangani di atas alas yang diletakkan di permukaan jalan. Para tenaga medis tetap bergerak sigap memberikan pertolongan pertama di tengah keterbatasan fasilitas dan kepanikan yang melanda. Sebagian pasien juga dievakuasi menggunakan kendaraan bak terbuka.

Suasana di halaman depan RSUD Ruteng tampak sangat ramai dan mencekam. Warga serta keluarga pasien berkerumun di area terbuka. Aktivitas penanganan medis berlangsung di tengah kekhawatiran yang mendalam akan kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat menimbulkan guncangan tambahan.

BACA JUGA:  BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah Hingga Akhir November

Badan Nasional Penanggulangan Bencana pun mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat. Meski peringatan dini tsunami telah dicabut, BNPB meminta warga agar tetap menjauhi garis pantai demi keamanan, hingga ada pemutakhiran informasi resmi lebih lanjut dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini, sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Selain menjauhi pantai, masyarakat juga diminta agar tidak memasuki gedung-gedung yang mengalami keretakan atau terlihat rusak akibat gempa. Hal ini dikarenakan bangunan tersebut berpotensi runtuh sewaktu-waktu apabila diguncang oleh gempa susulan yang masih mungkin terjadi.

Sementara itu, BMKG telah secara resmi menyatakan bahwa peringatan dini tsunami berakhir terhitung sejak pukul 07.30 WIB. Meski demikian, BMKG menegaskan akan terus memantau aktivitas gempa susulan serta perubahan tinggi muka air laut di wilayah yang terdampak.

“Kita sudah akhiri peringatan dini tsunami, namun tentunya kami akan terus memantau aktivitas gempa dan tinggi muka air laut yang tercatat di stasiun pemantauan,” jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan resmi demi keselamatan bersama. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi
Basarnas Bengkulu Dikerahkan Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Hilang di Sekitar Anak Krakatau
KPK Gelar OTT di BPN Bogor, Amankan 17 Orang dan Puluhan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar
Roy Suryo Menang Sebagian, Hakim Kabulkan Ganti Rugi Rp5 Juta dari Rp206 Juta yang Dituntut
Lepas Jabatan Menkeu, Purbaya: Mau Pensiun Aja, Capek Sudah Tua
RBI Wajib Masuk APBD 2027, Mendagri Tito Kembalikan RAPBD Daerah yang Tak Memuat Program
Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Disambut Pelukan Hangat PM Modi
Polisi Ungkap Tiga Klaster Pendanaan Kerusuhan 27 Agustus: Dibayar Rp40.000–Rp70.000 per Orang
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:33 WIB

Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

Basarnas Bengkulu Dikerahkan Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Hilang di Sekitar Anak Krakatau

Selasa, 15 September 2026 - 14:24 WIB

KPK Gelar OTT di BPN Bogor, Amankan 17 Orang dan Puluhan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 14:03 WIB

Roy Suryo Menang Sebagian, Hakim Kabulkan Ganti Rugi Rp5 Juta dari Rp206 Juta yang Dituntut

Selasa, 15 September 2026 - 12:15 WIB

Lepas Jabatan Menkeu, Purbaya: Mau Pensiun Aja, Capek Sudah Tua

Berita Terbaru