Integritas Pendidikan Turun, DPR RI: Perlu Pembenahan Menyeluruh

Jumat, 25 April 2025 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist.

Foto : Ist.

Jakarta-Mediadelegasi : Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa turunnya integritas pendidikan tahun 2024 menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya integritas dan etika dalam pendidikan. Berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan tahun 2024 yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), integritas pendidikan di Indonesia berada di angka 69,50, turun dari skor SPI 2023 yang berada di angka 71.

Lalu menyayangkan bahwa dunia pendidikan yang seharusnya menjadi contoh nilai-nilai kejujuran dan integritas, malah menjadi tempat praktik tidak etis seperti menyontek, plagiat, dan penyalahgunaan dana BOS. Menurutnya, jika sejak dini peserta didik sudah terbiasa dengan perilaku koruptif dan manipulatif, dampaknya bisa sangat panjang terhadap masa depan bangsa.

Komisi X DPR RI menilai bahwa persoalan ini harus ditangani secara sistemik dengan melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola anggaran pendidikan yang lebih transparan, penguatan sistem pengawasan, hingga pembiasaan nilai-nilai kejujuran dalam proses belajar mengajar. Budaya akademik harus dikembalikan pada esensinya, yakni menjunjung tinggi integritas dan etika.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo

Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 juga menemukan beberapa temuan terkait dengan kondisi integritas pendidikan di Indonesia. Kasus mencontek masih ditemukan di 78 persen sekolah dan 98 persen kampus, plagiarisme oleh guru dan dosen juga masih ditemukan. Selain itu, terdapat pula praktik pemberian gratifikasi kepada guru sebagai hadiah hari raya atau kenaikan kelas.

KPK juga menemukan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta pungutan liar terkait dana BOS. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan integritas pendidikan di Indonesia.

Lalu berharap bahwa pemerintah dan lembaga pendidikan dapat bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya integritas dan etika dalam pendidikan. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan pendidikan yang lebih baik dan lebih kondusif bagi peserta didik.

BACA JUGA:  Desa Antikorupsi Sumut: KPK Uji Enam Daerah Baru

Upaya perbaikan integritas melalui internalisasi nilai-nilai integritas harus dilakukan secara merata, konsisten, dan optimal. Pemerintah dan lembaga pendidikan harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi praktik tidak etis di dunia pendidikan.

Dengan meningkatkan integritas dan etika dalam pendidikan, diharapkan dapat tercipta generasi yang lebih baik dan lebih berintegritas. Hal ini akan berdampak positif bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia. D|Red.

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Berita Terbaru