Menteri Israel Unggah Video Perlakuan Kasar ke Aktivis GSF, Ciptakan Suasana Merendahkan Martabat Manusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Itamar Ben Gvir, Rabu (20/5), mengunggah video perlakuan tidak manusiawi pasukan Zionis terhadap para aktivis GSF. Foto: Ist.

Itamar Ben Gvir, Rabu (20/5), mengunggah video perlakuan tidak manusiawi pasukan Zionis terhadap para aktivis GSF. Foto: Ist.

Telaviv-Mediadelegasi: Dunia internasional kembali dihebohkan dengan tindakan kontroversial yang dilakukan oleh pejabat tinggi Israel. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengunggah sebuah video yang memperlihatkan perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pasukan militernya terhadap para aktivis kemanusiaan internasional dari rombongan Global Sumud Flotilla (GSF). Unggahan ini muncul pada Rabu (20/5/2026) dan langsung memicu gelombang kecaman luas dari berbagai penjuru dunia.

Dalam rekaman video yang beredar dan disebarkan sendiri oleh Ben Gvir itu, terlihat jelas puluhan aktivis dalam posisi berlutut di lantai. Tangan mereka diikat erat ke belakang punggung, sementara dahi mereka harus menempel menyentuh lantai dan dilarang mengangkat wajah. Posisi penahanan ini dianggap sebagai bentuk perlakuan yang merendahkan martabat manusia dan bertujuan untuk menanamkan rasa takut serta penghinaan terhadap para relawan tersebut.

Video tersebut kemudian menyebar cepat ke seluruh dunia dan memicu kemarahan publik maupun pemerintah negara-negara lain. Banyak pihak yang mengecam keras tindakan tersebut dan menilai bahwa apa yang dilakukan Israel telah melampaui batas kemanusiaan. Sejumlah organisasi internasional dan lembaga hak asasi manusia pun segera mengeluarkan pernyataan, serentak menyerukan agar seluruh aktivis segera dideportasi dan dikembalikan ke negara asalnya dengan selamat.

Itamar Ben Gvir dikenal sebagai politisi sayap kanan garis keras dan radikal yang kerap mengambil kebijakan serta tindakan yang memancing kontroversi dan ketegangan. Kali ini, ia sengaja membagikan rekaman tersebut melalui akun resminya di media sosial X. Tindakannya ini dinilai bukan sekadar laporan resmi, melainkan bentuk pamer kekuasaan dan provokasi terbuka terhadap gerakan solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.

BACA JUGA:  Serangan IRGC Iran Guncang Armada Militer AS

Berdasarkan data yang ada, ratusan aktivis yang berasal dari lebih dari 30 negara di seluruh dunia kini sedang ditahan di fasilitas penahanan yang berlokasi di kawasan pelabuhan Ashdod, Israel. Mereka adalah bagian dari rombongan kapal-kapal yang berlayar membawa misi kemanusiaan, namun justru diperlakukan seperti penjahat berbahaya atau musuh negara yang harus ditundukkan dengan paksa.

Yang membuat situasi ini semakin mengundang kemarahan adalah cara Ben Gvir memberi keterangan pada unggahan videonya. Ia menuliskan kalimat sarkas dan penuh ejekan berbunyi “Selamat Datang di Israel”. Lebih jauh lagi, video tersebut juga disisipkan dengan alunan lagu kebangsaan Israel yang dikumandangkan sebagai latar belakang, seolah perlakuan kasar tersebut adalah sesuatu yang patut dibanggakan sebagai kemenangan bangsanya.

Tindakan menteri itu tidak berhenti sekadar mengunggah rekaman. Dalam video yang sama, terlihat Ben Gvir hadir langsung di lokasi penahanan. Ia berjalan di antara barisan aktivis yang sedang berlutut dan tidak berdaya sambil mengibarkan bendera Israel tinggi-tinggi. Sikap ini terlihat jelas sebagai bentuk penghinaan langsung dan cemoohan terhadap para relawan yang datang membawa bantuan bagi warga Gaza yang menderita.

Peristiwa ini bermula dari keberangkatan armada laut kemanusiaan yang terdiri dari sekitar 50 kapal milik gerakan Global Sumud Flotilla. Armada besar ini berlayar dari wilayah Turki pada hari Kamis pekan sebelumnya. Misi utama mereka adalah membawa bantuan dan berusaha menembus blokade laut ketat yang diterapkan Israel terhadap Jalur Gaza, demi menyalurkan kebutuhan dasar bagi warga Palestina yang terisolasi.

BACA JUGA:  Kemlu Konfirmasi 9 WNI Anggota Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Ditangkap Pasukan Israel

Namun, niat mulia tersebut kandas di tengah jalan. Pasukan militer Israel melakukan penyergapan besar-besaran dan mencegat seluruh kapal yang ada dalam rombongan tersebut. Operasi militer ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada Senin dan Selasa minggu yang sama. Tidak ada satu pun kapal atau aktivis yang lolos dari penguasaan pasukan Israel.

Pihak berwenang Israel kemudian merilis data resmi terkait jumlah orang yang diamankan. Disebutkan bahwa total ada 430 aktivis internasional yang ditangkap dalam operasi pengecegatan tersebut. Sebagian besar dari mereka kini telah dipindahkan dan tiba di fasilitas penahanan pelabuhan Ashdod, sementara sisanya masih dalam proses pemindahan.

Di antara ratusan orang yang ditahan itu, diketahui juga terdapat tambahan warga negara Indonesia. Sehingga jumlah total WNI yang menjadi korban penahanan dalam kasus ini bertambah dan kini mencapai sembilan orang. Keberadaan mereka dikonfirmasi berada di antara kerumunan aktivis yang diperlakukan kasar dalam video yang diunggah oleh menteri keamanan Israel tersebut.

Kecaman terus mengalir deras menuju pemerintah Israel, menuntut penjelasan atas pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan terekam kamera ini. Dunia internasional kini menunggu langkah selanjutnya, apakah Israel akan memulangkan para relawan ini atau justru akan menindaklanjuti dengan proses hukum yang dinilai sepihak dan tidak adil. Sementara itu, kasus ini menjadi bukti nyata ketegangan yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB

Banjir bandang merendam kawasan permukiman warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akibat luapan sungai setelah hujan deras. Foto: Ist.

Nasional

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:17 WIB