PARHOBAS Sebut Tudingan Fungsionaris PDIP ke Bobby Mengada-ada

Sabtu, 30 November 2024 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampanye terakhir pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1 Bobby Nasution-Surya di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar, Deli  Serdang, Sabtu (23/11).  Foto: dok-Mediadelegasi

Kampanye terakhir pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1 Bobby Nasution-Surya di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar, Deli Serdang, Sabtu (23/11). Foto: dok-Mediadelegasi

Medan-Mediadelegasi:  Kelompok relawan Pelayan Rakyat Horas Bobby-Surya (PARHOBAS) menyesalkan  tudingan fungsionaris DPP  PDI Perjuangan Djarot Saeful Hidayat ke calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 1 Bobby Afif Nasution, terkait dugaan kecurangan Pilkada Sumut 2024.

“Kami menyesalkan pernyataan Ketua DPP PDIP itu ke Bobby  Nasution, karena terlalu tendensius, mengada-ada dan mengarah ke fitnah, ” kata Dewan Pembina PARHOBAS Ir. Mandalasah Turnip, SH,  di Medan, Sabtu (30/11).

Baca juga: https://mediadelegasi.id/parhobas-tantang-petinggi-pdip-buktikan-keterlibatan-partai-coklat-di-pilkada-2024/

Sebagaimana diketahui, Djarot Saeful Hidayat dalam konferensi pers di Jakarta,  Kamis (28/11) mengungkapkan perihal berbagai macam cara dilakukan untuk bisa memenangkan Bobby Nasution melalui berbagai kecurangan.

Dalam konferensi pers yang turut dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto,  Djarot menyebut , dugaan kecurangan terjadi saat masa kampanye diantaranya melibatkan partai coklat (parcok), penjabat kepala daerah serta dugaan melibatkan kepala desa di Sumut dalam hal  penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras.

Menanggapi tudingan tersebut, pihak PARHOBAS sebagai kelompok relawan pemenangan Bobby-Surya membantah semua tudingan yang dilakukan pengurus pusat PDIP itu.

BACA JUGA:  PDIP Tekankan Relawan Kesehatan Harus Didasari Panggilan Ideologis, Bukan Elektoral

Dikatakan Mandalasah, pihaknya menganggap tidak yakin tudingan Djarot itu bisa dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Dalam konteks penyaluran beras  kepada rakyat miskin, misalnya, ia memastikan kegiatan sosial itu tidak terkait dengan kampanye Pilkada serentak 2024.

“Program penyaluran bansos berupa beras kepada warga kurang mampu sudah lama  dicanangkan  oleh pemerintah dan sama sekali tidak terkait dengan Pilkada,,” paparnya.

Begitu pun, menurut dia,  ketidakpuasan PDIP yang didasari adanya dugaan atas kecurangan Pilkada Sumut sebaiknya diselesaikan melalui proses hukum di persidangan, bukan di jalanan atau perang di media massa.

Bila ada temuan bukti kecurangan pasangan Bobby-Surya dalam Pilkada Sumut, kata dia, seharusnya PDIP sebagai salah satu parpol pengusung calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumut nomor urut 2 Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala melapor dan membawa buktinya ke Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK)

Jika pihak PDIP membawa dugaan kecurangan Pilkada Sumut 204 tersebut ke Bawaslu maupun MK, Mandalasah memastikan Tim Kampanye Bobby-Surya justru  lebih siap membuktikan bahwa anggapan dan tudingan fungsionaris PDIP itu tidak benar.

BACA JUGA:  PARHOBAS Optimis Bobby Bisa Kalahkan Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut

Lebih lanjut, PARHOBAS menekankan pentingnya mengedepankan kepada politik santun serta menghindari fitnah dan  cacian yang mencederai pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Berpolitik santun dalam Pilkada  bisa melahirkan kader-kader yang memiliki sifat kenegarawanan,”  tuturnya.

Diketahui KPU sejak 27 November hingga 16 Desember 2024 masih melakukan perhitungan suara seluruh pasangan calon kepala daerah.

Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti hasil resmi yang dibagikan oleh pihak KPU.

Mengutip data Lembaga Survei Indonesia (LSI), dari total suara yang masuk 80 persen pada Rabu (27/11) pukul 17.34 WIB, paslon Bobby Nasution dan Surya meraih suara unggul sekitar 62,06 persen.

Sementara, paslon Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala berhasil meraih suara sekitar 37,94 persen.

Kemudian berdasarkan hasil survei Indikator dengan total suara masuk 100 persen paslon Bobby-Surya unggul 62,71 persen.

Sedangkan paslon Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala mempunyai perolehan suara 37,29 persen.  D/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan
Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim
JPU Kejari Belawan Ajukan Banding, Pasal Putusan Korupsi Pengadaan Kapal Tak Sesuai Tuntutan
Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari
Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi
Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu Ditangkap, Tipu Pengusaha Lewat Proyek Laptop Fiktif Rp183 Juta
Ketua MMTK Sumatera Utara Siap Jalan Kaki ke Jakarta, Bawa Isu Dugaan KKN di RSUD dr. Pirngadi Medan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:48 WIB

JPU Kejari Belawan Ajukan Banding, Pasal Putusan Korupsi Pengadaan Kapal Tak Sesuai Tuntutan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:15 WIB

Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari

Berita Terbaru