Pemko Medan Dukung Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Budidaya Sayuran Pekarangan Selaras Alam

- Penulis

Rabu, 9 Februari 2022 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemko Medan sangat menyambut baik tawaran pengelolaan sampah rumah tangga dan budidaya sayuran pekarangan selaras alam dalam mendukung ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19 di Kota Medan. (ist)

Pemko Medan sangat menyambut baik tawaran pengelolaan sampah rumah tangga dan budidaya sayuran pekarangan selaras alam dalam mendukung ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19 di Kota Medan. (ist)

Medan-Mediadelegasi: Pemko Medan sangat menyambut baik tawaran pengelolaan sampah rumah tangga dan budidaya sayuran pekarangan selaras alam dalam, mendukung ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19 di Kota Medan. Sebab, kegiatan yang diinisiasi Yayasan Perisai Srikandi Juang tersebut sangat membantu Pemko Medan dalam menangani permasalahan sampah. Sebab, persoalan sampah merupakan salah satu program prioritas Pemko Medan yang akan dituntaskan.

“Pemko Medan menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Sebab, sampah diolah sehingga memberikan manfaat. Dengan begitu sampah yang dihasilkan tidak seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun,” kata Wali Kota Medan, Bobby Nasution diwakili Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman ketika menghadiri Presentase Rencana Kegiatan Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Budi Daya Sayuran Pekarangan Selaras Alam di Balai Kota Medan, Senin (7/2).

Diungkapkan Wiriya, setiap harinya Kota Medan menghasilkan sampah sebanyak 2.000 ton. Oleh karenanya melalui kegiatan itu, imbuhnya, bisa mengedukasi masyarakat sehingga sampah rumah tangga yang dihasilkan dapat dikelola. Sebab, ungkapnya, Medan saat ini tinggal memiliki 1 TPA lagi di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

BACA JUGA:  Ilham Terpaksa Memasung Istrinya di Gubuk Reyot Pengasingan

“Saat ini kapasitas TPA Terjun untuk menampung sampah tinggal dua atau tiga tahun lagi, sedangkan TPA Namo Bintang sudah penuh. Kita sudah membebaskan lahan di Desa Telun Kenas, Kabupaten Deliserdang untuk TPA dengan menggunakan sistem sanitary landfill nanti. Jadi, persoalan sampah bukan main-main bagi Kota Medan,” jelasnya.

Diungkapkan Wiriya, sudah banyak pihak yang menawarkan kerjasama pengelolaan sampah dengan Pemko Medan. Yang saat ini sudah berjalan, paparnya, pengelolaan sampah menggunakan metode bioteknologi dengan teknologi Advanced Land Fill Minning With Material & Energy Recovery (ALFIMER) di TPA Terjun yang mengubah sampah menjadi pupuk.

“Untuk pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik sudah banyak yang datang, namun belum ada yang terealisasi,” paparnya didampingi Asisten Ekbang, Khairul Syahnan, Kadis Lingkungan Hidup, Zulfansyah Ali Syahputra dihadapan para camat serta perwakilan OPD terkait yang mengikuti presentase tersebut.

BACA JUGA:  Keruhnya Air Danau Toba, Faktor Musim Kemarau dan Aktivitas Vulkanik Jadi Penyebab Utama

Dalam persentase tersebut, Amelia SP MSi dari Yayasan Perisai Srikandi Juang memaparkan pengelolaan sampah rumah tangga dan budidaya sayuran pekarangan selaras dalam mendukung ketahanan pangan pada masa Covid-19. Dikatakan Amelia, tujuan kegiatan ini untuk mendorong masyarakat mampu mengelola sampah menjadi eco enzim dan pupuk organic, sampah plastik menjadi ecobrick sebagai bahan matras dan kursi minimalis. Serta sampah lainnya seperti kertas dan jelantah dapat dikumpulkan untuk dijual.

Selain itu, imbuh Amelia, juga mendorong masyarakat untuk mampu mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan kebun sayuran pekarangan alam (menuju organik) dengan menggunakan bahan dari sampah seperti pupuk organik cair dan eco enzim serta sisa kemasan. “Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk mengurangi penggunaan kemasan (single used plastic),” harap Amelia.(D|Red-08|rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:10 WIB

DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi

Berita Terbaru