Jakarta-Mediadelegasi: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ikut angkat bicara terkait perkembangan penanganan kasus tewasnya Brigadir Yoshua Hutabarat (Brigadir J).
Hal itu dikarenakan, banyaknya narasi pemberitaan daur ulang terkait kasus tewasnya Brigadir J yang menjurus kepada berita bohong alias bisa jadi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“KAMMI meminta masyarakat lebih bijak dalam menanggapi kasus ini dan tidak ikut menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenarannya,” tegas Zaky Ahmad Rifa’I, Ketua Umum PP KAMMI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, spekulasi masyarakat yang berkembang memang tidak bisa dihindari jika kasus tewasnya Brigadir J tidak segera terselesaikan.
Menurut Zaky Ahmad hal ini karena pada kasus tewasnya Brigadir sudah jelas menyangkut soal kemanusiaan dan juga kredibilitas institusi Polri.
“Saya yakin kasus ini akan terungkap secara transparan, sebab oknum-oknum yang kemungkinan ada kaitannya dengan kasus ini sudah dinonaktifkan, CCTV juga sudah ditemukan, dan dugaan telah naik ke pembunuhan berencana,” ujar Zaky kepada wartawan di Jakarta Senin kemarin.
Ia berharap agar Polri segera dapat menetapkan tersangka agar spekulasi di luar tidak kian berkembang kemana-mana.
Ketua Umum PP KAMMI ini juga meminta kepada masyarakat, agar tidak turut memperkeruh suasana dengan menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kita percayakan sepenuhnya kepada tim khusus yang dibentuk pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan juga Komnas HAM yang juga turun tangan secara mandiri.yang diinstruksikan khusus untuk mengungkap dalam penanganan kasus ini,” tegas Zaky Ahmad. D|Med-55












