Penghasutan Demo, Laras Divonis Bebas Bersyarat

Penghasutan
Laras Faizati Khairunnisa Divonis 6 Bulan Penjara Terkait Penghasutan Berujung Demo Rusuh Agustus 2025. (Foto: Ist)

Medan-Mediadelegasi:Mantan pegawai ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Laras Faizati Khairunnisa belum bersikap atas vonis enam bulan penjara terkait kasus dugaan penghasutan berujung demo rusuh pada akhir Agustus lalu. Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim I Ketut Darpawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (15/1/2026).

 

Penghasutan Demo Agustus 2025

 

Bacaan Lainnya

I Ketut menyatakan Laras terbukti bersalah menyiarkan tulisan di muka umum yang menghasut supaya melakukan tindak pidana sebagaimana unsur Pasal 161 ayat 1 KUHP tentang penghasutan.

Begitu vonis dibacakan, majelis memberi kesempatan kepada terdakwa dan jaksa untuk menyatakan sikap. Di hadapan hakim, Laras menyampaikan dirinya belum memutuskan apakah akan menerima atau mengajukan upaya hukum.

“Yang Mulia kita mau berpikir-pikir dahulu,” kata dia.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/lhkpn-bukti-penyelenggara-negara-akuntabel

Majelis pun mengingatkan jaksa juga memiliki hak yang sama untuk menentukan langkah. Suasana ruang sidang berubah riuh begitu sidang dinyatakan selesai. Sejumlah pengunjung dan pendukung Laras terdengar bersorak, sebagian bertepuk tangan.

Sebelumnya, Laras Faizati Khairunnisa divonis hukuman 6 bulan penjara karena terbukti menghasut publik lewat media sosial dalam aksi demo yang berujung rusuh pada akhir Agustus lalu.

Ketua Majelis Hakim I Ketut Darpawan menilai Laras terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana, menyiarkan tulisan di muka umum yang menghasut supaya melakukan tindak pidana sebagaimana unsur Pasal 161 ayat 1 KUHP tentang penghasutan.

“Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Laras Faizati Khairunnisa oleh karena itu dengan pidana penjara selama enam bulan,” kata I Ketut Darpawan, Kamis (15/1/2026).

Meski dinyatakan bersalah, Laras tidak harus dijalani di balik jeruji. Majelis memutuskan pidana enam bulan penjara tersebut bersifat bersyarat, dengan masa pengawasan selama satu tahun.

Selama masa itu, Laras wajib tidak mengulangi perbuatannya. Usai putusan dibacakan, hakim langsung memerintahkan agar Laras dikeluarkan dari tahanan.

Pos terkait