Jakarta-Mediadelegasi: Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengungkap perkembangan terbaru kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan pelaku di kawasan Jalan Salemba, Jakarta.
Penyiraman Air Keras Diusut Lewat Temuan Barang Bukti
Kapolres Metro Jakarta Pusat itu menyebut barang bukti ditemukan setelah petugas melakukan penelusuran di sepanjang Jalan Salemba 1 menuju kawasan RSCM.
Menurut Reynold, salah satu barang bukti yang diamankan berupa helm yang diduga milik pelaku. Helm tersebut ditemukan di pinggiran jalan dan diduga berkaitan dengan pelaku yang terekam kamera pengawas.
Penemuan helm tersebut dinilai sesuai dengan rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan pelaku menggunakan helm saat melakukan aksi penyiraman terhadap korban.
Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang milik korban yang digunakan saat kejadian berlangsung.
Barang bukti tersebut di antaranya pakaian yang dikenakan korban serta helm korban yang dilepaskan setelah peristiwa penyiraman air keras terjadi.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/stabilitas-sumut-diperkuat-lewat-sinergi-pemerintah-dan-tokoh/
Reynold menjelaskan proses penyelidikan telah dimulai sejak 13 Maret 2026 dengan melengkapi berbagai administrasi penyidikan.
Dokumen tersebut meliputi surat perintah tugas, surat perintah penyelidikan, serta rencana penyelidikan yang dibuat sebagai dasar hukum bagi penyidik dalam menangani perkara tersebut.
Setelah melengkapi administrasi, penyidik kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan berbagai petunjuk yang dapat membantu mengungkap pelaku.
Dalam proses olah TKP tersebut, petugas juga membuat sketsa lokasi kejadian berdasarkan arah mata angin untuk memetakan posisi korban serta berbagai barang bukti yang ditemukan.
Polisi juga menemukan sisa cairan yang diduga merupakan zat berbahaya di permukaan jalan aspal serta cairan berwarna kemerahan yang menempel pada besi jembatan di sekitar lokasi.
Selain itu, posisi sepeda motor korban setelah kejadian serta lokasi korban membuka helm juga turut dicatat dalam sketsa penyelidikan.
Petugas juga mengamankan sejumlah rekaman kamera pengawas dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian, termasuk CCTV dari sebuah toko yang berada di dekat tempat kejadian.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dengan memeriksa berbagai barang bukti serta keterangan saksi untuk mengungkap secara jelas pelaku dan motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







