Jakarta-Mediadelegasi: Polemik mengenai restorative justice Rismon Sianipar kembali mencuat setelah pengacara dari kubu Roy Suryo dan rekan-rekannya, Ahmad Khozinudin, melontarkan kritik keras terhadap langkah yang diambil ahli forensik digital Rismon Sianipar tersebut. Permohonan penyelesaian perkara melalui jalur damai itu berkaitan dengan kasus dugaan fitnah ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI.
Restorative Justice Rismon Sianipar Tuai Kritik Keras
Khozinudin menilai keputusan restorative justice Rismon Sianipar merupakan bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan yang selama ini dibangun bersama sejumlah pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mengecewakan rekan seperjuangan, tetapi juga dianggap mencederai kepercayaan masyarakat yang mengikuti polemik tersebut sejak awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut keputusan yang diambil Rismon sebagai perubahan sikap yang sangat drastis dibandingkan dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang cukup tegas mempertanyakan keaslian dokumen pendidikan Jokowi.
Khozinudin bahkan menyatakan bahwa sikap Rismon saat ini seolah menunjukkan keraguan terhadap penelitian yang sebelumnya ia yakini.
Dalam pandangannya, langkah untuk mengajukan penyelesaian damai serta menemui Jokowi di Kota Surakarta bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/korupsi-kuota-haji-eks-menag-yaqut-terungkap-kpk
Ia menilai pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perubahan sikap yang menurutnya telah terlihat sejak beberapa waktu terakhir.
Khozinudin juga membandingkan sikap Rismon dengan tokoh lain yang turut terjerat dalam polemik serupa, yakni Eggi Sudjana.
Menurutnya, Eggi dinilai masih mempertahankan pendiriannya karena tidak pernah meminta maaf maupun menyatakan bahwa ijazah yang dipersoalkan tersebut asli.
Sebaliknya, ia menilai Rismon justru terlihat merendahkan diri dengan meminta maaf secara terbuka kepada Jokowi.
Khozinudin bahkan menyebut tindakan tersebut membuat posisi Rismon semakin sulit untuk kembali mendapatkan kepercayaan publik.
Ia juga menilai langkah tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perjuangan yang selama ini dilakukan seolah tidak memiliki dasar yang kuat.
Meski demikian, Khozinudin menegaskan bahwa penyelesaian melalui jalur damai tidak serta-merta membuktikan keaslian ijazah Jokowi.
Menurutnya, satu-satunya cara untuk memastikan kebenaran persoalan tersebut adalah melalui proses peradilan hingga menghasilkan putusan berkekuatan hukum tetap.
Sementara itu, Rismon sebelumnya menyatakan siap menerima berbagai kritik, bahkan jika harus dicap sebagai pengkhianat oleh sebagian pihak.
Ia mengaku keputusan tersebut diambil setelah melakukan penelitian lanjutan selama dua bulan terakhir terhadap dokumen yang sebelumnya ia kaji.
Penelitian tersebut dilakukan secara independen dengan meninjau kembali metodologi yang pernah ia tulis dalam buku bertajuk Jokowi’s White Paper.
Setelah melakukan analisis ulang, Rismon memutuskan menemui langsung Jokowi untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara pribadi.
Pertemuan tertutup antara Rismon dan Jokowi berlangsung di kediaman pribadi Jokowi di Surakarta dan berlangsung hampir satu jam.
Dalam kesempatan tersebut, Rismon menyampaikan hasil penelitian terbaru yang menurutnya berbeda dari analisis yang pernah ia sampaikan sebelumnya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












