Serapan Anggaran Hanya 42,9%, Menkes Budi: Rp12,3 Triliun Masih Terblokir Kemenkeu

Senin, 20 Juli 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Foto: Ist.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rendahnya penyerapan anggaran Kementerian Kesehatan yang hanya mencapai 42,9 persen—terendah sepanjang sejarah—disebabkan karena sebagian besar dana masih diblokir oleh Kementerian Keuangan. Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Budi menegaskan bahwa total anggaran yang belum bisa dicairkan mencapai Rp12,3 triliun. Dana tersebut secara resmi masuk dalam pagu anggaran Kemenkes, namun kenyataannya tidak dapat digunakan untuk pelaksanaan program kesehatan.

“Penyebabnya jelas: anggarannya dikasih tapi diblokir, jadi tidak bisa dipakai. Kalau begini, lebih baik ditarik saja daripada sekadar tertulis di atas kertas,” tegas Budi.

Ia menjelaskan, jika anggaran yang terblokir tersebut dikeluarkan dari perhitungan pagu, tingkat realisasi Kemenkes justru mencapai angka 90 hingga 93 persen.

BACA JUGA:  Menkes Budi Gunadi: Iuran BPJS Lebih Murah Dari Uang Rokok

Porsi terbesar anggaran yang terkunci berada di lingkup Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Selain itu, blokiran besar juga terjadi di Ditjen Kesehatan Primer, Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan, serta program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Rincian dana yang terblokir antara lain Rp6,1 triliun untuk pengadaan obat dan skrining TBC, Rp1.069 miliar non-quick win, serta Rp710,7 miliar untuk program PHTC PKG.

Selain itu, ada Rp708 miliar dana BLU, Rp321,2 miliar untuk skrining hipotiroid kongenital, Rp185,1 miliar PNBP, dan Rp42,7 miliar untuk PHTC RC yang belum bisa diakses.

Budi juga menyayangkan kebijakan pembukaan blokir yang sering baru dilakukan pada bulan November. Hal ini membuat Kemenkes tidak memiliki waktu cukup untuk merealisasikan program-program yang direncanakan.

BACA JUGA:  Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Kasus JK: Jangan Biarkan Memicu Konflik Agama

Ia meminta Kemenkeu untuk lebih transparan dalam menetapkan pagu. Jika dana memang tidak boleh digunakan, sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam anggaran Kemenkes sejak awal.

“Jangan seakan-akan anggaran kami besar, padahal sebagian besar terkunci dan akhirnya tidak terpakai,” kritik Budi.

Kondisi ini dikhawatirkan menghambat pelayanan kesehatan dasar, pengadaan obat penting, serta program penanggulangan penyakit menular di seluruh wilayah Indonesia.
Komisi IX DPR pun berjanji akan menindaklanjuti keluhan ini dengan menggelar pertemuan khusus bersama pihak Kementerian Keuangan guna mencari solusi terbaik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Riau Catat Jumlah Tertinggi
Vonis Banding Dipangkas, Menteri Pigai Dorong Kasasi Hingga PK Demi Keadilan Andrie Yunus
Hasil Tes CAT PPIH 2027 Dilihat Secara Langsung, BKN: Skor Real-Time Tayang di YouTube
Karhutla Kawah Ijen Meluas hingga Bakari Gunung Suket, Pemadaman Dijalankan Secara Manual
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lontarkan Lava Pijar, BNPB: Tidak Perlu Panik Soal Tsunami
Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja DPR Minta Uang 3.000 Riyal, KPK Langsung Janji Telaah
Hadiri Acara di Thailand, Arya Wedakarna: Bukan sebagai Anggota DPD, Melainkan Tokoh Bali
Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:54 WIB

Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Riau Catat Jumlah Tertinggi

Sabtu, 5 September 2026 - 16:22 WIB

Vonis Banding Dipangkas, Menteri Pigai Dorong Kasasi Hingga PK Demi Keadilan Andrie Yunus

Sabtu, 5 September 2026 - 15:14 WIB

Hasil Tes CAT PPIH 2027 Dilihat Secara Langsung, BKN: Skor Real-Time Tayang di YouTube

Sabtu, 5 September 2026 - 13:52 WIB

Karhutla Kawah Ijen Meluas hingga Bakari Gunung Suket, Pemadaman Dijalankan Secara Manual

Sabtu, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lontarkan Lava Pijar, BNPB: Tidak Perlu Panik Soal Tsunami

Berita Terbaru