Wali Kota Medan Minta Stasiun Kereta Api Ditambah

Sabtu, 24 September 2022 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri) didampingi Wali Kota Medan Bobby Nasution (kanan) saat meninjau proyek pembangunan jalur kereta api layang Medan-Binjai Tahap II, Sabtu (24/9).  Foto: BTC

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri) didampingi Wali Kota Medan Bobby Nasution (kanan) saat meninjau proyek pembangunan jalur kereta api layang Medan-Binjai Tahap II, Sabtu (24/9). Foto: BTC

Medan-Mediadelegasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi agar jumlah stasiun dan kereta api (KA) di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu ditambah.

“Kalau boleh, semakin banyak stasiun maka semakin banyak penumpang naik kereta api. Kalau boleh jumlah keretanya juga ditambah,” kata Bobby saat mendampingi Menhub meninjau progres pembangunan jalur KA Medan-Binjai tahap II, Sabtu (24/9), seperti dilansir dari BeritaTrans.

Jika penambahan stasiun dan sarana KA tersebut direalisasikan oleh Pemerintah pusat, Wali Kota meyakini akan semakin banyak masyarakat Kota Medan bisa beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Dia menjelaskan waktu menunggu penumpang kereta api di Medan saat ini bisa mencapai 30 menit sampai satu jam.

Padahal, untuk di kota besar lainnya hanya lima sampai sepuluh menit kereta api berdatangan terus.

“Kalau boleh, ada beberapa aset milik Kemenhub, atau PT KAI yang bisa kami gunakan untuk kepentingan masyarakat. Karena ada beberapa aset yang sangat membantu untuk persiapan penyelesaian kemacetan di Kota Medan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Dua Siswa SMA Asal Medan Terpilih Jadi Calon Paskibra Nasional

Menanggapi usulan Wali Kota Medan itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa usulan tentang perlunya penambahan stasiun dan jumlah KA di Medan adalah hal yang wajar.

“Usulan itu juga akan menjadi perhatian kami,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Budi menyampaikan terima kasih kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani karena memberi atensi khusus untuk pembangunan angkutan massal, termasuk di Medan.

“Kita sudah membangun dari Kota Medan ke Kuala Namu, lalu dari Kota Medan ke Kota Binjai tambah 20 km, dan sebagian itu elevated (jalur kereta api melayang), dengan anggaran lebih dari Rp1 triliun,” ujarnya.

Menhub melakukan kunjungan kerja tersebut dalam rangka ingin memastikan pembangunan proyek tersebut dikerjakan sesuai rencana yang ditetapkan, sehingga kelak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Lebih lanjut ia menambahkan bila jumlah penumpang KA banyak, maka ada dua kuncinya. Pertama, headway itu harus pendek sehingga paling tidak 15 menit.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Berang

Kedua, stasiunnya harus banyak agar para penumpang dapat diangkut dari beberapa titik.

Khusus mengenai usulan penambahan jumlah KA di Medan, Menhub menyarankan kepada Bobby agar dikoordinasikan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pembangunan proyek infrastruktur jalur KA layang Medan–Binjai menjadi salah satu program prioritas Kemenhub Tahun 2022 untuk mendukung kawasan perkotaan.

Pembangunan jalur kereta yang sudah tersambung dari Kuala Namu ke Medan akan dilanjutkan dari Medan sampai ke Binjai sepanjang 21,7 Km’sp yang saat ini hanya memiliki jalur (single track).

Pada kesempatan itu, Menhub menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Medan yang telah mendukung upaya pembebasan lahan sehingga proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Kita terhadap proyek ini tidak terbatas cuma bicara, tetapi kita laksanakan dan insyaallah 2024 Kuala Namu-Medan-Binjai sudah selesai. Saya harapkan minimal 2-3 stasiun lagi dan pada saat itu headway-nya minimal setengah jam,” kata Menhub. D|Red-04

2 tanggapan untuk “Wali Kota Medan Minta Stasiun Kereta Api Ditambah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB