Kontroversial, Korban Pencurian Ditetapkan Tersangka di Medan

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasi Humas Polrestabes Medan AKP Nover Gultom (tengah), Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto dan Ahli Pidana Hukum Alfi Syahri saat konpers terkait penganiayaan terhadap pelaku pencurian di Polrestatabes Medan, Senin (2/2/2026). Foto: Ist.

Kasi Humas Polrestabes Medan AKP Nover Gultom (tengah), Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto dan Ahli Pidana Hukum Alfi Syahri saat konpers terkait penganiayaan terhadap pelaku pencurian di Polrestatabes Medan, Senin (2/2/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Seorang pemilik toko handphone berinisial PP kini menjadi tersangka penganiayaan terhadap dua karyawannya sendiri yang diduga mencuri barang dagangan miliknya di Jalan Jamin Ginting, Kabupaten Deli Serdang, pada 22 September 2025. Kasus ini menjadi kontroversial, karena PP justru ditetapkan sebagai tersangka meski awalnya adalah korban pencurian. Pelaku pencurian berinisial G dan T baru bekerja dua minggu di toko PP.

Kronologi kasus bermula ketika PP melaporkan kehilangan beberapa handphone, suku cadang, dan alat servis toko ke Polsek Pancur Batu. Setelah menerima informasi keberadaan pelaku, PP memutuskan untuk melakukan penggerebekan sendiri, meskipun hal ini menimbulkan situasi yang kontroversial karena seharusnya penggerebekan dilakukan oleh pihak kepolisian.

Nia Sihotang, kakak ipar PP, menjelaskan bahwa PP meminta bantuan seorang karyawan perempuan bernama Mutiara untuk memancing pelaku G di Hotel Padang Bulan, Medan. Tindakan ini menimbulkan reaksi kontroversial, karena Mutiara diketahui memiliki hubungan dekat dengan G sehingga dianggap dapat mempengaruhi jalannya penggerebekan.

BACA JUGA:  Suap Pajak: KPK Periksa Tersangka

Saat penggerebekan, PP dan keluarganya mendapati G memegang pisau, diduga untuk melakukan perlawanan. Keluarga PP kemudian menarik G dan T keluar dari kamar hotel dan menyerahkan keduanya kepada polisi. Tindakan ini menjadi kontroversial, karena meski dimaksudkan untuk melindungi diri, polisi menilai ada unsur kekerasan yang melebihi batas.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/putra-khadafi-dibunuh-di-zintan-dalam-serangan-mematikan/

Meski motif PP dianggap sebagai perlindungan diri, pihak kepolisian Polrestabes Medan melakukan penyidikan lebih lanjut. Dalam prosesnya, ditemukan fakta bahwa PP, suaminya LS, dan dua anggota keluarga lain terlibat dalam tindakan kekerasan bersama-sama terhadap pelaku, sehingga mereka ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan.

Kontroversial, Korban Jadi Tersangka

Kasi Humas Polrestabes Medan, AKP Nover Gultom, menyatakan bahwa meski PP adalah korban pencurian, tindakan penggerebekan yang melibatkan kekerasan terhadap pelaku tetap dikategorikan sebagai tindak pidana penganiayaan. Hal ini menegaskan bahwa korban tidak dapat mengambil hukum sendiri.

Ahli pidana hukum, Alfi Syahri, menekankan bahwa perencanaan dan pelaksanaan penggerebekan oleh PP dan keluarganya termasuk penganiayaan bersama-sama di muka umum. “Tindakan ini dilakukan dengan tenaga bersama dan terang-terangan, sehingga memenuhi unsur pidana penganiayaan,” jelasnya dalam jumpa pers di Polrestabes Medan.

BACA JUGA:  Polres Samosir Ringkus Tersangka Pencabulan Anak

Mediasi antara pihak korban dan pelaku penganiayaan maupun korban pencurian tidak berhasil, sehingga proses hukum tetap dilanjutkan. Polisi juga menahan PP sebagai salah satu tersangka untuk memastikan proses penyidikan berjalan transparan.

Kasus ini memicu perhatian publik karena menimbulkan perdebatan hukum mengenai batasan hak korban dalam menangkap pelaku kriminal. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan kekerasan, meski dilakukan oleh korban pencurian, tetap dapat dipidana.

Kasus PP menjadi contoh penting bagi masyarakat bahwa koordinasi dengan kepolisian harus selalu diutamakan dan tindakan main hakim sendiri berisiko membuat korban justru menjadi tersangka. Hal ini juga membuka diskusi terkait keamanan toko dan prosedur menangani karyawan yang mencuri. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perusahaan Milik Kaesang Pangarep Terlilit Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 T
Dede Novandi Aklamasi Terpilih Menjadi Ketua FOPI Kabupaten Deliserdang, “Bertekad Wujudkan Deliserdang Lumbung Atlet Petanque di Sumut”
Tokoh Adat Papua Laporkan Film “Pesta Babi”, Merasa Dieksploitasi Tanpa Izin
Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, BPIP Undang Mantan Presiden dan Wapres
Langkah Serius DPRD Kaltim: Hak Angket terhadap Gubernur Rudy Mas’ud Resmi Dijadwalkan
Dittipidnarkoba Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Diskotek New Zone Medan
Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala Paparkan Progres Nyata Pembangunan Infrastruktur
Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:09 WIB

Perusahaan Milik Kaesang Pangarep Terlilit Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 T

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:49 WIB

Dede Novandi Aklamasi Terpilih Menjadi Ketua FOPI Kabupaten Deliserdang, “Bertekad Wujudkan Deliserdang Lumbung Atlet Petanque di Sumut”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:20 WIB

Tokoh Adat Papua Laporkan Film “Pesta Babi”, Merasa Dieksploitasi Tanpa Izin

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, BPIP Undang Mantan Presiden dan Wapres

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:04 WIB

Langkah Serius DPRD Kaltim: Hak Angket terhadap Gubernur Rudy Mas’ud Resmi Dijadwalkan

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB