Serangan Iran Rusak 17 Fasilitas Militer AS Timur Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sedikitnya 17 fasilitas militer, kantor misi diplomatik, dan sistem pertahanan udara Amerika Serikat di Timur Tengah rusak akibat serangan rudal dan drone Iran. Foto: Ist.

Sedikitnya 17 fasilitas militer, kantor misi diplomatik, dan sistem pertahanan udara Amerika Serikat di Timur Tengah rusak akibat serangan rudal dan drone Iran. Foto: Ist.

New York-Mediadelegasi: Serangan Iran terhadap sejumlah fasilitas milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan menyebabkan kerusakan besar. Sejak konflik bersenjata meletus pada 28 Februari lalu, sedikitnya 17 fasilitas militer, kantor diplomatik, hingga sistem pertahanan udara milik AS dilaporkan terdampak serangan rudal dan drone Iran.

Serangan Iran Ganggu Infrastruktur Strategis AS

Laporan analisis dari The New York Times menyebutkan bahwa sebagian besar fasilitas yang mengalami kerusakan merupakan pangkalan militer serta instalasi pertahanan penting milik Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Dari total fasilitas yang terdampak, sedikitnya 11 di antaranya merupakan pangkalan atau instalasi militer utama yang selama ini digunakan oleh pasukan AS untuk operasi keamanan regional.

Jumlah tersebut bahkan mewakili hampir setengah dari keseluruhan fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Timur Tengah.

BACA JUGA:  Eskalasi Houthi Yaman Serang Israel Picu Ketegangan

Kerusakan terbesar dilaporkan terjadi pada sistem pertahanan udara strategis milik AS yang berfungsi sebagai radar peringatan dini.

Berdasarkan citra satelit yang dianalisis, radar tersebut berada di dekat wilayah Umm Dahal, Qatar.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/krisis-global-momentum-indonesia-bangkit/

Radar peringatan dini tersebut diketahui memiliki nilai sekitar 1,1 miliar dolar AS dan mampu mendeteksi ancaman hingga radius sekitar 4.800 kilometer.

Selain itu, Iran juga disebut menargetkan komponen sistem pertahanan udara canggih milik AS, yaitu Terminal High Altitude Area Defense atau THAAD.

Serangan lain juga dilaporkan mengenai bangunan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di Bahrain.

Menurut penilaian internal Pentagon, kerusakan pada fasilitas markas tersebut diperkirakan mencapai sekitar 200 juta dolar AS.

Tidak hanya fasilitas militer, Iran juga menargetkan sejumlah fasilitas diplomatik Amerika Serikat yang berada di beberapa negara kawasan Teluk.

BACA JUGA:  Benteng Bawah Tanah Iran: Siaga Penuh Hadapi AS

Serangan tersebut memaksa penutupan sementara beberapa kantor perwakilan AS, termasuk konsulat di Dubai, serta kedutaan besar di Kuwait City dan Riyadh.

Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, pihak Amerika Serikat melaporkan tidak ada korban jiwa dari kalangan diplomat maupun staf kedutaan dalam serangan tersebut.

Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri semakin memanas setelah serangan gabungan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Sejak saat itu, pertempuran terus berlanjut dan menimbulkan korban besar di berbagai pihak, termasuk lebih dari 1.200 korban jiwa di Iran serta ratusan korban luka di berbagai wilayah yang terdampak konflik tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Serangan Iran Rusak 17 Fasilitas Militer AS Timur Tengah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia
Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:06 WIB

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Berita Terbaru