Di Balik Pertemuan Prabowo dan Jonan: Proyek Whoosh Jadi Sorotan di Tengah Kontroversi Utang

Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyampaikan keterangan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025). (Foto:Ist)

Selama fase penawaran proyek, Jonan memprioritaskan keselamatan di atas nilai investasi, dengan hati-hati membandingkan tawaran dari Tiongkok dan Jepang.

Proposal Jepang mencakup investasi sebesar US$6,2 miliar dengan studi kelayakan yang dilakukan sejak 2014, menjanjikan kereta 320 km/jam dalam waktu lima tahun (2016-2021).

Tiongkok mengajukan tawaran yang lebih rendah sebesar US$5,5 miliar pada tahun 2015, menjanjikan kereta 350 km/jam dalam waktu dua tahun (2016-2018).

Bacaan Lainnya

Menyusul keberhasilan tawaran Tiongkok dan pembentukan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Jonan mewajibkan sembilan persyaratan prasyarat untuk perjanjian pelaksanaan infrastruktur (konsesi) proyek kereta cepat.

Salah satu syarat utama adalah proyek tersebut tidak dapat menggunakan dana anggaran negara (APBN). Sekitar 75 persen pendanaan proyek berasal dari pinjaman dari China Development Bank (CDB), dengan 25 persen sisanya berasal dari ekuitas atau dana yang dihasilkan sendiri oleh konsorsium. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait