Dugaan Kasus “Mark Up” LLDIKTI I: Oknum Pejabat AS Diduga Sewa Konsultan demi “Skenario Penyelamatan” Anggaran

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara di Jalan Sempurna, Tanjung Sari Medan, yang menjadi sorotan publik terkait dugaan penggelembungan anggaran sejumlah proyek renovasi dan pengadaan fisik di lingkungan institusi tersebut. Foto: Ist.

Kantor LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara di Jalan Sempurna, Tanjung Sari Medan, yang menjadi sorotan publik terkait dugaan penggelembungan anggaran sejumlah proyek renovasi dan pengadaan fisik di lingkungan institusi tersebut. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara kembali menjadi pusat perhatian publik. Setelah ramainya sorotan terkait tata kelola program bantuan pendidikan, mencuat pula laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan penggelembungan anggaran (mark up) pada sejumlah proyek pengadaan dan renovasi fisik di lingkungan kantor institusi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dan dokumen aduan masyarakat yang beredar, dugaan penyimpangan anggaran ini disinyalir menyeret seorang oknum pejabat internal LLDIKTI Wilayah I berinisial AS.

Aduan tersebut menyoroti beberapa paket pekerjaan fisik yang dinilai tidak wajar dalam realisasi anggarannya. Beberapa proyek yang memicu polemik di antaranya adalah proyek renovasi ruang podcast Humas, renovasi fasilitas tempat ibadah (mushola), serta proyek penataan areal parkir kantor. Ketiga paket pekerjaan tersebut diduga mengalami pembengkakan nilai proyek yang diperkirakan berpotensi merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah.

BACA JUGA:  Duka Hakim Seluruh Indonesia: Rumah Hakim PN Medan Terbakar, IKAHI Desak Realisasi Jaminan Keamanan

 

Diduga Libatkan Konsultan Anggaran

Menariknya, isu yang berkembang di lingkungan LLDIKTI I dan materi aduan masyarakat belakangan ini tidak hanya menyoroti soal pembengkakan dana fisik saja. Muncul dugaan baru bahwa oknum pejabat AS disinyalir tengah berupaya menyewa jasa konsultan anggaran eksternal.

Langkah tersebut diduga dilakukan sebagai upaya mitigasi atau strategi untuk merapikan kembali laporan pertanggungjawaban keuangan pasca-proyek guna mengantisipasi pemeriksaan lebih lanjut oleh Aparat Penegak Hukum (APH) maupun auditor negara.

Perwakilan elemen masyarakat yang mengawal kasus ini menyatakan bahwa transparansi anggaran di lembaga pendidikan tinggi harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Laporan aduan resmi pun dikabarkan telah dilayangkan kepada APH agar segera dilakukan pengusutan secara tuntas, menyusul langkah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat yang sebelumnya juga sempat melakukan kunjungan pengawasan ke Medan.

BACA JUGA:  Gugatan Uji Materi Lindungi Akademisi Aktivis

 

Ruang Klarifikasi dan Konfirmasi

Dalam kesempatan terpisah sebelumnya menyikapi dinamika internal, Kepala LLDIKTI Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara detail teknis pengerjaan proyek-proyek renovasi fisik yang dimaksud dan mengarahkan konfirmasi lebih lanjut kepada bagian Humas.

Hingga berita ini diturunkan, oknum pejabat berinisial AS yang disebut-sebut dalam laporan aduan masyarakat tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan mark up anggaran maupun isu penggunaan konsultan yang dialamatkan kepadanya. Pihak penegak hukum sendiri diharapkan dapat meneliti laporan masyarakat ini secara profesional guna menguji kebenaran materiil dari bukti-bukti awal yang diserahkan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penetapan Tersangka Gus Yaqut Sesuai Prosedur
Gugatan Uji Materi Lindungi Akademisi Aktivis
Transparan, Menag Laporkan Jet Pribadi ke KPK
Praperadilan Eks Kajari: KPK Diduga Lakukan Penyitaan Ilegal
Mahkamah Agung Perkuat Kerja Sama Peradilan di Belanda
KUHAP Lindungi Hakim, Gugatan UI Uji Konstitusionalitas
Sidang Dakwaan Kasus Dugaan Penghasutan, Pendukung Delpredo Cs Penuhi Ruang Sidang
Pengacara Bantah Keterlibatan Nadiem Makarim dalam Kasus Google Cloud, KPK Diminta Objektif

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:30 WIB

Dugaan Kasus “Mark Up” LLDIKTI I: Oknum Pejabat AS Diduga Sewa Konsultan demi “Skenario Penyelamatan” Anggaran

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:50 WIB

Penetapan Tersangka Gus Yaqut Sesuai Prosedur

Senin, 23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Gugatan Uji Materi Lindungi Akademisi Aktivis

Senin, 23 Februari 2026 - 13:29 WIB

Transparan, Menag Laporkan Jet Pribadi ke KPK

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:33 WIB

Praperadilan Eks Kajari: KPK Diduga Lakukan Penyitaan Ilegal

Berita Terbaru