Medan-Mediadelegasi: Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat di tengah bencana banjir bandang yang melanda Sumatera. Mereka memastikan pelayanan di seluruh SPBU tetap optimal dan memberikan bantuan medis serta logistik bagi para pekerja dan masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian, tim Medical Pertamina Patra Niaga turun langsung ke lapangan untuk memberikan layanan kesehatan bergerak dan membagikan bantuan medis kepada para operator SPBU, petugas keamanan, personel TNI, hingga para pelanggan SPBU yang melintas.
Kegiatan ini dipusatkan di dua lokasi strategis, yaitu SPBU 14.244.475 Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, dan SPBU 14.244.430 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. Kedua SPBU ini menjadi tempat singgah penting bagi masyarakat selama masa pemulihan banjir.
Tim Pertamina menyalurkan lebih dari 130 paket energy booster, yang berisi berbagai kebutuhan penting seperti vitamin dewasa dan anak, biskuit, air mineral, hingga obat-obatan umum yang dibutuhkan masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa setiap SPBU menerima 65 paket energy booster. Dukungan ini diharapkan dapat tepat sasaran bagi mereka yang setiap hari tetap bekerja melayani publik.
“Bantuan ini tidak hanya untuk menjaga stamina para operator SPBU dan petugas keamanan, namun juga sebagai bentuk dukungan moral bagi mereka yang tetap berdiri di garda depan layanan energi meski kondisi wilayah tengah diuji bencana,” ujarnya pada Rabu (10/11/2025).
Selain membagikan paket energy booster, tim Pertamina juga mengirimkan perlengkapan medis dan kebutuhan dasar lainnya ke posko di Kantor Dukcapil Aceh Tamiang, yang berlokasi dekat dengan area Kantor Bupati.
Fahrougi menambahkan bahwa multivitamin, biskuit, dan susu yang diberikan diharapkan dapat menjaga daya tahan tubuh para operator SPBU, petugas keamanan, hingga AMT (Aparat Mitra TNI).
“Kami berharap langkah ini dapat menjadi energi pemulihan bagi masyarakat Aceh Tamiang. Kebersamaan, kepedulian, dan kesehatan menjadi modal penting untuk bangkit bersama,” tutupnya.






