Terjawab, Prediksi Awal Puasa Ramadhan 2026 di Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Melihat Hilal. Foto: Ist.

Ilustrasi Melihat Hilal. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kapan puasa 1 Ramadhan 2026 sudah menjadi pertanyaan yang dinantikan oleh jutaan umat Islam di seluruh Indonesia, dan kini sedikit demi sedikit mulai terjawab. Bulan Syaban, yang merupakan pintu gerbang menuju Bulan Ramadhan yang penuh berkah, kini telah memasuki pekan kedua, menandakan semakin dekatnya kedatangan bulan suci yang paling dinantikan.

Nuansa Ramadhan Semakin Kuat, Kapan Puasa Terjawab Perlahan

Nuansa religius pun kini semakin terasa di berbagai penjuru negeri, dengan banyaknya kegiatan dan persiapan yang dilakukan untuk menyambut datangnya Ramadhan. Masyarakat mulai membersihkan masjid dan mushola, mengadakan pengajian dan ceramah, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menjalankan ibadah puasa. Pertanyaan tentang kapan Ramadhan tiba, perlahan mulai terjawab dengan berbagai persiapan yang dilakukan.

Meski demikian, umat Islam di Indonesia masih harus menantikan keputusan resmi dari pemerintah terkait penetapan awal puasa Ramadhan 2026, dan kepastiannya akan terjawab melalui sidang isbat. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag), akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1447 Hijriah pada tanggal 17 Februari 2026 mendatang.

Sidang isbat tersebut akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta Pusat. Melalui sidang ini, pertanyaan besar tentang kapan puasa akan dimulai, akan terjawab secara resmi dan dapat menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Sidang ini akan menjadi forum penting untuk menentukan secara resmi kapan umat Islam di Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa.

“Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung,” kata Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, dikutip Jumat (30/1/2026). Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan betapa pentingnya sidang isbat sebagai forum pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

BACA JUGA:  Gunung Semeru Meletus, Abu Vulkanis Mencapai 900 Meter di Atas Puncak

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/akses-medan-ke-danau-toba-terasa-dekat-tol-baru-ini-sudah-dibuka/

Lantas, kapan sebenarnya puasa 1 Ramadhan 2026 akan mulai dilaksanakan? Berikut adalah ulasan mengenai berbagai prediksi dan perkiraan yang ada.

Sesuai dengan Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, 1 Ramadhan 1447 H / 2026 diprediksi akan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Namun, perlu diingat bahwa tanggal awal puasa dalam kalender tersebut hanya bersifat sementara, karena baru bisa ditetapkan secara resmi setelah Kementerian Agama menggelar sidang isbat yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 29 Syaban.

Penentuan awal puasa tersebut juga menggunakan dua metode yang selama ini dianut oleh pemerintah maupun Nahdlatul Ulama (NU), yakni metode hisab (penghitungan bulan) dan metode rukyatul hilal (observasi atau pengamatan awal bulan). Kedua metode ini memiliki dasar ilmiah dan telah digunakan selama berabad-abad dalam menentukan awal bulan-bulan penting dalam kalender Islam.

Sama dengan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) dalam kalender Lajnah Falakiyah juga memprediksi bahwa awal Puasa Ramadhan akan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini menunjukkan adanya kesamaan pandangan antara pemerintah dan NU dalam menentukan awal Ramadhan.

Namun, berbeda dengan pemerintah dan NU, menurut kalender hisab Muhammadiyah, awal Ramadan 1447 H diperkirakan akan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Dengan demikian, malam sebelumnya, umat Muslim yang mengikuti perhitungan Muhammadiyah kemungkinan sudah mulai melaksanakan sholat tarawih pertama, yaitu pada malam 17 Februari 2026.

BACA JUGA:  Waspada Hantavirus, Pemerintah Perkuat Screening dan Surveillance

Sedangkan awal Ramadhan berdasarkan versi Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Hal tersebut diketahui dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dirilis salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Penentuan awal Ramadan dan Idulfitri oleh Muhammadiyah didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini memungkinkan suatu pihak dalam menentukan awal bulan Ramadan dan Idulfitri dari jauh-jauh hari.

Penetapan awal Ramadan 2026 melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah berdasarkan peninjauan data astronomis global dan validasi parameter KHGT.

“Penetapan ini berbeda dari yang tercantum dalam kalender cetak Muhammadiyah versi awal, yakni 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Koreksi ini dilakukan dalam rangka menjaga akurasi ilmiah, integritas keilmuan, serta komitmen terhadap prinsip kebenaran dan konsistensi dalam penetapan waktu ibadah,” bunyi penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Dari penjabaran di atas, jika dihitung mundur, puasa Ramadhan 2026 akan tiba sekitar 18 atau 19 hari lagi. Hal itu jika mengacu pada Bulan Syaban 1447 H yang kini sudah memasuki 11 hari.

Menyikapi kemungkinan terjadinya perbedaan awal pausa Ramadhan, Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad mengajak masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman resmi dari pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H nanti. Himbauan ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brantas Abipraya Tunggak Rp1,5 Triliun ke Subkontraktor, Restitusi Pajak Rp800 Miliar Mandek
KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor
Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang
Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara
Puluhan Kepala Sekolah Banyuasin Dikabarkan Terjaring OTT Polda Sumsel
Nusron Wahid Tegaskan Kooperatif Usai OTT KPK
KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor
Febrie Adriansyah Ungkap Dugaan Masukan Keliru ke Prabowo
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:25 WIB

Brantas Abipraya Tunggak Rp1,5 Triliun ke Subkontraktor, Restitusi Pajak Rp800 Miliar Mandek

Sabtu, 19 September 2026 - 13:54 WIB

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 September 2026 - 13:17 WIB

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 September 2026 - 12:07 WIB

Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara

Jumat, 18 September 2026 - 15:03 WIB

Nusron Wahid Tegaskan Kooperatif Usai OTT KPK

Berita Terbaru

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB

Banjir bandang merendam kawasan permukiman warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akibat luapan sungai setelah hujan deras. Foto: Ist.

Nasional

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:17 WIB

Kemenkeu menyiapkan dana talangan utang Kopdes Merah Putih (KDKMP). Foto: Ist.

Nasional

Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:07 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution melantik tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut dalam prosesi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (18/9/2026). Foto: Ist.

Sumatera Utara

Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Sumut

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:41 WIB