Jaksa membacakan surat dakwaan yang menyatakan bahwa Hari mengusulkan kepada Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan untuk menandatangani surat kuasa. Surat kuasa ini ditujukan kepada Terdakwa I (Yenni Andayani) untuk menandatangani LNG SPA Train 2.
Proses ini dilakukan tanpa dukungan persetujuan direksi, tanggapan tertulis dewan komisaris, dan persetujuan RUPS. Selain itu, tidak ada pembeli LNG yang telah terikat perjanjian.
Sementara itu, Yenni Andayani disebut mengusulkan kepada Hari untuk penandatanganan Risalah Rapat Direksi (RRD) Sirkuler terkait penandatanganan perjanjian LNG Train 1 dan Train 2. Pengusulan ini dilakukan tanpa didukung kajian keekonomian dan risiko yang memadai.
Yenni juga menandatangani Sales and Purchase Agreement (SPA) Train 1 pada 4 Desember 2013 berdasarkan Surat Kuasa dari Karen Agustiawan. Tindakan ini dilakukan meskipun belum semua direksi menandatangani RRD dan tanpa tanggapan tertulis dewan komisaris serta persetujuan RUPS.
Akibat perbuatan kedua terdakwa ini, jaksa menyatakan telah memperkaya Karen Agustiawan sebesar Rp1.091.280.281,81 dan 104.016,65 dolar AS. Selain itu, korporasi Corpus Christi Liquefaction, LLC juga diduga diperkaya seluruhnya sebesar 113.839.186,6 dolar AS.
Kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan korupsi ini menjadi fokus utama dalam persidangan tuntutan hari ini. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







