Komisi III DPR Sepakati Pembentukan Panja Percepatan Reformasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan

Selasa, 18 November 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi III Bentuk Panja Percepatan Reformasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan. Foto: Ist.

Komisi III Bentuk Panja Percepatan Reformasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Komisi III DPR RI mengambil langkah konkret untuk mempercepat reformasi di bidang penegakan hukum dengan menyepakati pembentukan Panitia Kerja (Panja) Percepatan Reformasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama perwakilan dari Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Mahkamah Agung (MA), Selasa (18/11/2025).

Wakil Ketua Komisi III DPR, Rano Alfath, menyampaikan bahwa panja ini dibentuk dengan tujuan untuk mempercepat proses reformasi dan memastikan adanya jawaban serta tindak lanjut yang konkret dari masing-masing institusi penegak hukum.

“Kita sepakati karena memang kesimpulan kita nanti membentuk panja. Panja ini nanti akan terkait soal panja reformasi, baik Polri, Kejaksaan maupun Pengadilan,” kata Rano.

Rano menjelaskan bahwa Panja Percepatan Reformasi Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan akan segera memanggil pimpinan tertinggi dari ketiga lembaga tersebut untuk melaksanakan rapat dan membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil dalam rangka reformasi.

BACA JUGA:  Dekan FH-USK Apresiasi Peran Komisi Kejaksaan RI

“Nanti kita akan undang kembali untuk mendengar jawaban-jawaban yang tadi harus sudah dipersiapkan,” ujarnya.

“Mungkin yang hadir adalah Kapolri, Pak Jaksa Agung dan Pak Mahkamah Agung, mungkin salah satu hakim agung. Ini akan kita sepakati ya,” imbuhnya.

Dalam kesimpulannya, Komisi III DPR menilai bahwa reformasi di tiga institusi penegak hukum tersebut sangat mendesak. Oleh karena itu, pembentukan panja diputuskan sebagai bentuk pengawasan sekaligus langkah untuk mempercepat agenda reformasi.

“Komisi III DPR RI menilai reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan sangat mendesak, dan oleh karena itu akan menindaklanjuti hasil RDP dengan membentuk Panitia Kerja (Panja) Percepatan Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan sebagai langkah pengawasan dan percepatan agenda reformasi tersebut,” demikian bunyi kesimpulan rapat.

BACA JUGA:  Harli Siregar Resmi Jabat Kepala Kejati Sumut

Setelah notulensi kesimpulan rapat dibacakan oleh pihak Sekretariat Komisi III DPR, Rano kembali meminta persetujuan dari seluruh peserta rapat.

“Setuju ya?” tanya Rano yang dijawab setuju oleh seluruh peserta rapat.

Pembentukan Panja Percepatan Reformasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk mewujudkan sistem penegakan hukum yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Dengan adanya pengawasan yang ketat dari DPR dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak terkait, diharapkan reformasi di bidang penegakan hukum dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi, Gandeng Pertamina & Pupuk Indonesia
417 Siswa SMP di Dramaga Kabupaten Bogor Keracunan Massal Usai Santap MBG, Sampel Diuji Laboratorium
Dugaan Korupsi HPT Kuansing & Suap ke Menhut Raja Juli Antoni: KPK Fokus Perkara Jual Beli Jabatan, Belum Tutup Buku
Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis
Bikin Geram! Politikus Singapura Singgung Potong Internet RI, 90 Persen Disebut Lewat Negaranya
Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi, Gandeng Pertamina & Pupuk Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:24 WIB

417 Siswa SMP di Dramaga Kabupaten Bogor Keracunan Massal Usai Santap MBG, Sampel Diuji Laboratorium

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Korupsi HPT Kuansing & Suap ke Menhut Raja Juli Antoni: KPK Fokus Perkara Jual Beli Jabatan, Belum Tutup Buku

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali

Berita Terbaru

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan arahan dalam sebuah acara resmi di Jakarta. Meutya menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan mental jurnalis serta kewajiban perusahaan media menyediakan sesi debriefing pascaliputan berat. Foto: Ist.

Nasional

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:02 WIB