Strategi Pemprov Sumut Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Senin, 12 Januari 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rakor percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sumut di aula raja inal. (Foto:Ist)

rakor percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sumut di aula raja inal. (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menunjukkan komitmen dan strategi serius dalam menangani dampak bencana alam yang melanda wilayahnya. Langkah ini diwujudkan dengan menyiapkan anggaran besar mencapai Rp430 miliar yang dialokasikan khusus untuk pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor.

Anggaran tersebut tidak dikelola secara terpusat pada satu titik, melainkan disebar ke dalam lima bidang prioritas utama. ini adalah Strategi pemprov Sumatera Utara untuk memastikan bahwa proses pemulihan dapat berjalan secara merata dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat yang terdampak.

Sektor infrastruktur menjadi prioritas utama dengan alokasi dana terbesar, yakni sekitar Rp275 miliar. Dana ini difokuskan untuk memperbaiki fasilitas vital yang rusak, mulai dari jalan raya, jembatan, hingga perbaikan tanggul dan normalisasi aliran sungai guna mencegah bencana serupa di masa depan.

Strategi Pemprov Sumut Pacu Restorasi Bangunan Usai Bencana

Selain fisik bangunan publik, bidang infrastruktur juga mencakup rehabilitasi rumah-rumah warga yang rusak. Pemprov Sumut menyadari bahwa hunian yang layak adalah kebutuhan paling mendesak bagi para korban bencana agar mereka dapat segera kembali ke kehidupan normal.

Bidang pendidikan juga mendapatkan perhatian khusus dengan alokasi sebesar Rp36,8 miliar. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menjelaskan bahwa dana tersebut akan dibagi dua untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak serta pemberian SPP gratis bagi siswa di daerah bencana.

BACA JUGA:  Pabrik Vape Narkotika WNA Singapura di Medan Terbongkar, Aktivis Desak Kanwil Imigrasi Sumut dan Jajaran Mundur

Di sektor kesehatan, pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp6,9 miliar untuk memastikan layanan medis tetap berjalan optimal bagi warga terdampak. Selain itu, terdapat pula dukungan dana untuk bidang komunikasi dan informatika senilai Rp1,68 miliar guna memulihkan jaringan informasi.

Melengkapi bantuan teknis tersebut, Pemprov Sumut juga menyiapkan bantuan keuangan langsung kepada pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota sebesar Rp110 miliar. Hal ini bertujuan agar pemerintah daerah setempat memiliki fleksibilitas dalam menangani kebutuhan spesifik di wilayah masing-masing.

Baca juga : https://mediadelegasi.id/sekolah-tzu-chi-pik-terbakar-akibat-tersambar-petir/

Terkait penyediaan tempat tinggal, Bobby Nasution merencanakan pembangunan 200 unit hunian tetap (huntap) dengan total anggaran Rp1,2 miliar. Nilai per unit hunian tersebut disetarakan dengan standar pemerintah pusat, yaitu Rp60 juta per unit rumah.

Bobby menegaskan pentingnya sinkronisasi data dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jika nantinya seluruh huntap sudah tertutupi oleh anggaran BNPB, maka dana dari Pemprov akan dialihkan untuk menambah nilai atau kualitas bangunan rumah yang dibangun oleh pusat tersebut.

BACA JUGA:  Perubahan APBD Sumut 2026 Naik Rp1,259 Triliun, Diarahkan untuk Pemulihan Bencana dan Infrastruktur

Ketua BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memberikan jaminan bahwa meskipun status tanggap darurat telah dicabut, bantuan akan terus mengalir. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di pengungsian saat memasuki bulan puasa mendatang, dengan memberikan subsidi sewa rumah atau biaya tinggal di kerabat.

Pemerintah pusat melalui BNPB juga memberikan santunan tunai berupa Rp600 ribu per jiwa per bulan bagi pengungsi, serta bantuan isi rumah dan modal usaha. Sementara itu, Ketua Satgas Pemulihan Bencana, Tito Karnavian, menekankan bahwa indikator keberhasilan pemulihan adalah kembalinya layanan publik dan akses ekonomi seperti sediakala.

Meskipun kondisi Sumut secara umum dilaporkan membaik, beberapa wilayah seperti Tapsel, Tapteng, Taput, dan Sibolga masih memerlukan percepatan penanganan. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran menteri, Forkopimda, serta kepala daerah terkait guna menyatukan visi percepatan pembangunan kembali Sumatera Utara.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Sumut
Pemprov Sumut Perkuat PUSPAGA Hadapi Tren Childfree Gen Z
Bobby Nasution dan 33 Kepala Daerah Teken Komitmen Antikorupsi
Polda Sumut Diminta Bongkar Penadah Emas Ilegal di Madina
Hari Perhubungan Nasional 2026, Wagub Sumut Tekankan Transportasi Terintegrasi
Wagub Surya: Aset Sumut Harus Clear and Clean Jadi Mesin Penggerak PAD dan Ekonomi Daerah
Wagub Surya Saksikan SKB RBI: Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib Masuk Program Kerja 2027
Jalan Longsor Pamah Semelir Langkat Diperbaiki Oktober 2026, Gubernur Bobby Pastikan Air Bersih Segera Mengalir
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:41 WIB

Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Sumut

Jumat, 18 September 2026 - 16:27 WIB

Pemprov Sumut Perkuat PUSPAGA Hadapi Tren Childfree Gen Z

Jumat, 18 September 2026 - 16:02 WIB

Bobby Nasution dan 33 Kepala Daerah Teken Komitmen Antikorupsi

Jumat, 18 September 2026 - 11:26 WIB

Polda Sumut Diminta Bongkar Penadah Emas Ilegal di Madina

Kamis, 17 September 2026 - 17:24 WIB

Hari Perhubungan Nasional 2026, Wagub Sumut Tekankan Transportasi Terintegrasi

Berita Terbaru

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB

Banjir bandang merendam kawasan permukiman warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akibat luapan sungai setelah hujan deras. Foto: Ist.

Nasional

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:17 WIB