Erupsi Beruntun Gunung Semeru Muntahkan Abu Vulkanik Pekat

Erupsi Beruntun
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang meletus dengan memuntahkan kolom abu setinggi 800 meter dari puncak kawah, Sabtu (18/4/2026) pagi WIB. Foto: Ist.

PVMBG telah mengeluarkan rekomendasi tegas agar tidak ada masyarakat yang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Larangan ini mencakup radius sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi karena risiko terpapar material letusan dan awan panas guguran yang mematikan.

Di luar jarak aman tersebut, warga juga diingatkan untuk menjauhi area sempadan sungai atau tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 500 meter. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko luapan aliran lahar dingin maupun perluasan awan panas yang dapat menjangkau jarak hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

Pihak otoritas juga menetapkan radius steril sejauh 5 kilometer dari kawah utama guna mengantisipasi bahaya lontaran batu pijar yang dapat terjadi kapan saja. Masyarakat diimbau untuk tidak mencoba mendekat demi tujuan dokumentasi atau kegiatan lainnya yang dapat membahayakan nyawa mereka di tengah kondisi Siaga ini.

Bacaan Lainnya

Selain bahaya erupsi langsung, ancaman sekunder berupa banjir lahar dingin juga menjadi perhatian utama, terutama saat intensitas hujan di puncak gunung meningkat. Masyarakat diminta mewaspadai aliran sungai yang berhulu di Semeru, termasuk Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai kecil lainnya di sekitar Besuk Kobokan.

Pemerintah daerah melalui BPBD Lumajang terus berkoordinasi untuk membagikan masker dan memastikan jalur evakuasi tetap bersih dari hambatan. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman alam ini, sembari terus memantau perkembangan terkini melalui kanal resmi informasi vulkanologi nasional guna menghindari penyebaran berita bohong. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait