Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dikecam DPR

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Habiburokhman selaku Ketua Komisi III DPR RI mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Foto: Ist.

Habiburokhman selaku Ketua Komisi III DPR RI mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Habiburokhman selaku Ketua Komisi III DPR RI mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Ia meminta aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut serta menangkap para pelaku.

Penyiraman Air Keras Picu Desakan Penegakan Hukum

Habiburokhman menyatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Asep Edi Suheri selaku Kapolda Metro Jaya agar proses penyelidikan segera dilakukan secara maksimal. DPR, kata dia, mendorong kepolisian menindak tegas pelaku karena tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak dapat ditoleransi.

Ia menegaskan setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat tanpa harus menghadapi ancaman atau kekerasan. Oleh sebab itu, aparat penegak hukum diminta memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menimpa aktivis KontraS tersebut.

Selain meminta pengungkapan kasus secara cepat, Habiburokhman juga meminta kepolisian memberikan perlindungan kepada Andrie Yunus. Pengawalan dinilai penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya ancaman atau kekerasan lanjutan.

BACA JUGA:  Tabrakan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

Menurutnya, segala bentuk perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi harus diselesaikan melalui cara-cara yang beradab dan sesuai hukum, bukan melalui tindakan kekerasan atau intimidasi.

Habiburokhman mengingatkan bahwa konstitusi telah menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh perlindungan diri serta rasa aman. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 28G Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/jabatan-kaster-tni-dihidupkan-kembali-lewat-mutasi

Ia juga menegaskan Komisi III DPR akan terus memantau perkembangan penyelidikan kasus ini. DPR berharap aparat kepolisian dapat bekerja secara profesional, transparan, dan cepat dalam mengungkap pelaku penyerangan.

Selain itu, negara diminta turut memberikan dukungan terhadap proses pemulihan korban. Habiburokhman menyebut pemerintah seharusnya memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih sepenuhnya.

Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jalan Talang, Jakarta Pusat. Andrie Yunus diduga diserang oleh orang tidak dikenal setelah menjalani kegiatan diskusi publik.

BACA JUGA:  Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berharap pemerintah dan DPR membuat Undang-Undang Perlindungan Guru

Sebelum kejadian, Andrie diketahui menghadiri sebuah podcast bertema isu militerisme dan judicial review yang digelar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Usai kegiatan yang berakhir sekitar pukul 23.00 WIB, korban diduga diserang oleh pelaku yang menyiramkan cairan keras ke arah tubuhnya. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya menyebutkan bahwa korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen. Saat ini Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

2 tanggapan untuk “Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dikecam DPR”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat
KPK Tetapkan Dedi Congor Tersangka Baru Suap Bea Cukai, Kasus Cukai Djarum Disorot
Putusan MA soal Gibran Picu Desakan DPR Tinjau Syarat Wakil Presiden
Kasus Suap ATR/BPN: KPK Periksa Dirut PT Kencana Jaya Property Terkait Lahan Bogor
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:12 WIB

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Selasa, 3 November 2026 - 14:16 WIB

Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB